
Ussindonesia.co.id JAKARTA – Merger dan konsolidasi perusahaan pelat merah diyakini bisa mendongkrak kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan BUMN di pasar modal, kendati secara entitas jumlahnya akan berkurang.
Danantara Indonesia menghitung, perusahaan BUMN yang berada di bawahnya berkontribusi hampir 30% dari total market cap pasar modal Indonesia.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan peluang peningkatan kapitalisasi pasar itu bisa dicapai karena bisnis perusahaan pelat merah diyakini akan lebih sehat dan menguntungkan pasca konsolidasi.
: Presiden Prabowo Bocorkan Hasil Pembicaraan dengan Crazy Rich di Hambalang
“Tidak [berkurang]. Tambah tinggi, kan jadi efisien, laba meningkat. Tentu kapitalisasi lebih tinggi,” katanya di sela acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026
Dony menghitung saat ini kurang lebih ada 800 entitas perusahaan BUMN. Danantara saat ini sedang melakukan mapping, dan targetnya seluruh konsolidasi akan rampung tahun ini.
: : Di Depan Prabowo, Menko Airlangga Bilang IHSG Sudah Rebound
Adapun, salah satu perusahaan BUMN yang masuk dalam Pipeline perampingan tahun ini adalah PT Pertamina (Persero). Dony memperkirakan akan ada lebih dari 38 anak usaha Pertamina yang di-merger.
Kemudian, di sektor keuangan non-bank, Danantara juga akan mengonsolidasi perusahaan reasuransi pelat merah, dari yang saat ini berjumlah tiga menjadi satu perusahaan, namun dengan kondisi yang lebih sehat.
: : Danantara Detailkan Empat Proyek Investasi Rp202,4 Triliun pada 2026
Dony menegaskan bahwa pada prinsipnya konsolidasi BUMN dilakukan dengan tujuan agar perusahaan menjadi lebih baik. Dia menyadari saat ini ada BUMN yang masih merugi, skalanya kecil, dan bisnisnya boros, alias tak efisien.
Ihwal ketenagakerjaan, Danantara menegaskan komitmennya agar transformasi BUMN ini tidak menimbulkan PHK.
“Kita upayakan tidak ada dampak, karena bisnis kita konsolidasikan. Karyawan akan diserap perusahaan hasil konsolidasi. Don’t worry, tidak usah kahwatir, kita pikirkan yang terbaik buat masyarakat Indonesia,” pungkasnya.