
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) menargetkan pendapatan Rp 2,3 triliun pada 2026 atau tumbuh 10%-15% secara tahunan. Target tersebut dinilai cukup realistis di tengah prospek industri alat kesehatan yang masih menjanjikan.
Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, mengatakan pertumbuhan tersebut sejalan dengan tren penjualan OMED yang stabil dalam beberapa tahun terakhir.
“Target tersebut cukup realistis, seiring tren pertumbuhan penjualan yang stabil serta ekspansi pasar ekspor, khususnya ke Amerika Serikat, yang mulai berkontribusi terhadap peningkatan volume penjualan,” ujar Abida kepada Kontan, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, peningkatan anggaran kesehatan nasional menjadi sekitar Rp 244 triliun juga berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja OMED pada 2026.
Open Interest Bitcoin Turun ke Level Terendah sejak 2024, TradFi Meninggalkan BTC?
Abida menilai tambahan belanja pemerintah dapat mendorong permintaan alat kesehatan domestik, terutama melalui pengadaan fasilitas kesehatan serta program substitusi impor. Kondisi ini membuka peluang pertumbuhan penjualan bagi OMED, mengingat perseroan memiliki basis produksi dalam negeri yang kuat.
Dari sisi belanja modal, OMED mengalokasikan capex Rp62 miliar untuk ekspansi kapasitas produksi serta optimalisasi distribusi melalui National Distribution Center (NDC) Pulo Gadung.
“Langkah ini diperkirakan akan meningkatkan kemampuan pemenuhan permintaan sekaligus memperbaiki efisiensi biaya logistik, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan pendapatan dan menjaga margin laba,” jelasnya.
Lebih lanjut, Abida menilai OMED mampu menjaga margin tetap sehat di tengah volatilitas pasar, ditopang efisiensi operasional dan diversifikasi pasar. Ia juga melihat pertumbuhan segmen swasta dan ekspor, khususnya ke Amerika Serikat dan kawasan regional, membuka ruang peningkatan kontribusi pendapatan ke depan.
Dengan sejumlah katalis tersebut, prospek kinerja OMED pada 2026 dinilai masih berada dalam jalur pertumbuhan yang positif.