Eksekusi private placement, Multi Garam Utama (FOLK) berpotensi raup Rp 56,99 miliar

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Emiten investment holding, PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) menggelar Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) alias private placement.  

Aksi korporasi ini telah mendapatkan lampu hijau dari pemegang saham Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 12 Desember 2024. 

Sebenarnya, RUPSLB menyetujui penerbitan saham baru maksimal 394,81 miliar. Namun FOLK akan melaksanakan PMTHMETD I sebanyak 143,21 juta saham baru atau setara dengan 3,63%. 

IHSG Cetak Rekor, Reksadana Saham Bisa Menjadi Opsi Investasi Menarik pada 2026

Adapun saham tersebut akan diambil oleh PT Garam Ventura Indonesia, yang merupakan pemegang saham utama FOLK. Kemudian ada Sutopo Widodo, yang akan mengambil bagian. 

Melansir keterbukaan informasi yang dirilis pada Kamis (8/1), manajemen FOLK menetapkan harga pelaksanaan private placement sebesar Rp 398. Dus, FOLK akan mengantongi Rp 56,99 miliar. 

Harga pelaksanaan tersebut ditetapkan paling sedikit sebesar 90% dari rata-rata harga penutupan saham FOLK yang diperdagangkan di Pasar Reguler selama kurun waktu 25 Hari Bursa berturut. 

Berdasarkan skenario, dana hasil private placement digunakan untuk sejumlah keperluan. Pertama, pengembangan usaha melalui investasi yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi FOLK atau entitas usaha ke depan. 

Kedua, dana hasil aksi korporasi akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja, dan kegiatan umum usaha perseroan atau entitas usaha alias general corporate purposes.

Jika tidak ada aral melintang, pelaksanaan private placement ini akan dilakukan pada 8 Januari 2026. Kemudian pelaksanaan pencatatan saham private placement dilakukan pada 15 Januari 2026. 

Jaya Sukses (RISE) Gelar RUPSLB, Setujui Peningkatan Modal dan Pembagian Saham Bonus