
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Sejumlah emiten di pasar modal seperti GOTO, BUKA, hingga RATU mengumumkan realisasi dana penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) sampai akhir 2025. Pasar berharap dana IPO bisa dikonversi menjadi aset produktif.
Tim Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menjelaskan pasar mengharapkan dana IPO bisa dikonversi menjadi aset produktif, agar tidak hanya parkir di instrumen perbankan.
“Emiten yang cepat merealisasikan dana IPO dinilai positif karena membuktikan eksekusi rencana bisnis agresif,” ujar Tim KISI, Kamis (22/1/2026).
: Dana IPO COIN Rp220,58 Miliar Parkir di Bank, Bos Indokripto Buka Suara
Selanjutnya, ekspektasi pasar berikutnya adalah kenaikan pendapatan atau efisiensi biaya di laporan keuangan.
Tim riset KISI juga menuturkan pasar cenderung melihat negatif emiten yang mengempit dana IPO mereka dalam waktu yang lama. Menurutnya, penahanan dana dalam jangka waktu yang lama mengindikasikan manajemen tengah kebingungan mencari peluang ekspansi.
: : Bukalapak (BUKA) Masih Kantongi Rp4,28 Triliun Dana IPO sampai Akhir 2025
“Investor masuk ke saham growth untuk pertumbuhan eksponensial, bukan cari yield setara deposito. Hal ini menekan return on equity dan membuat harga saham susah naik,” kata Tim KISI.
Sebagai informasi, sejumlah emiten telah mengumumkan realisasi penggunaan dana IPO mereka sampai akhir tahun 2025. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) misalnya, telah menghabiskan dana IPO sebesar Rp13,57 triliun.
: : Cimory (CMRY) Masih Punya Sisa Dana IPO Rp1,96 Triliun, Mayoritas Parkir di Obligasi
Demikian juga dengan PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) milik Happy Hapsoro yang melakukan IPO pada awal 2025. RATU telah menghabiskan dana IPO sebesar Rp212,23 miliar sampai akhir 2025.
Di sisi lain, PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) diketahui masih mengantongi dana IPO sebesar Rp4,28 triliun sampai akhir tahun 2025.
BUKA diketahui mengantongi hasil bersih IPO sebesar Rp21,32 triliun. Sebagai informasi, IPO Bukalapak mendapat izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 6 Agustus 2021.
Adapun dengan sisa dana tersebut, artinya BUKA telah merealisasikan dana IPO senilai Rp17.041.361.421.957 atau Rp17,04 triliun hingga 31 Desember 2025.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.