
Ussindonesia.co.id – , JAKARTA – Harga buyback emas Antam telah mengalami kenaikan 21,35% untuk periode berjalan tahun ini hingga Sabtu (28/2/2026).
Berdasarkan data Logam Mulia Sabtu (28/2/2026), harga buyback emas Antam naik Rp40.000 ke Rp2.864.000. Posisi itu mencerminkan kenaikan 21,35% untuk periode berjalan 2026.
Kendati demikian, harga buyback emas Antam masih terpaut dari rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di Rp2.989.000 pada akhir Januari 2026. Harga buyback merupakan acuan pembelian kembali oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) berdasarkan ukuran 1 gram.
: Cek Harga Emas Antam Hari Ini (28/2) Melonjak jadi Rp3,08 Juta per Gram
Buyback emas merupakan transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan. Biasanya, harga yang dibanderol lebih rendah dari harga jual saat itu.
Kendati demikian, buyback emas masih bisa mendatangkan keuntungan apabila terdapat selisih besar antara harga jual dan harga buyback.
: : Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini, Sabtu 27 Februari 2026
Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). Adapun, PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Adapun, pergerakan harga buyback emas Antam turut mengikuti pergerakan harga emas di pasar global.
: : Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Jumat 27 Februari 2026
Diberitakan Bisnis sebelumnya, harga emas bergerak dalam rentang sempit pada awal perdagangan Jumat (27/2/2026) setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati perpanjangan perundingan nuklir.
Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot terpantau melemah 0,24% atau 9,93 poin ke level US$5.175,04 per troy ounce pada pukul 07.40 WIB.
Sementara itu, harga emas berjangka Comex AS kontrak April 2026 menguat 0,23% atau 11,7 poin ke posisi US$5.205,80 per troy ounce.
Melansir Bloomberg, pemerintah Oman yang menjadi mediator AS dan Iran mengatakan kedua negara dijadwalkan melanjutkan perundingan pekan depan usai mencatat “kemajuan signifikan” pada Kamis (26/2/2026).
Namun, seorang sumber yang memahami posisi AS menyebut para pejabat meninggalkan meja perundingan dengan kekecewaan atas capaian yang ada.
AS dan Iran masih terjebak dalam kebuntuan terkait aktivitas nuklir Republik Islam tersebut, disertai pertukaran ancaman setelah Presiden Donald Trump memerintahkan peningkatan besar kehadiran militer AS di kawasan.
Situasi ini menjadi salah satu faktor pendukung kenaikan harga emas dalam beberapa hari terakhir.
Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak sekitar 20%, kembali mengokohkan posisinya di atas US$5.000 per ons setelah sempat terkoreksi tajam dari rekor tertinggi pada akhir Januari.
Ketegangan geopolitik dan perdagangan yang berkelanjutan, serta kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve, memberikan dorongan tambahan bagi reli emas yang telah berlangsung selama beberapa tahun.
Di sisi lain, pelaku pasar juga memantau sinyal terkait langkah The Fed selanjutnya dalam kebijakan suku bunga. Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, menyatakan bahwa beberapa kali pemangkasan suku bunga masih mungkin dilakukan tahun ini apabila inflasi terus menurun.
Sementara itu, Gubernur The Fed Stephen Miran kembali menyerukan pemangkasan suku bunga hingga satu poin persentase penuh pada 2026, meskipun data terbaru menunjukkan perbaikan kondisi pasar tenaga kerja.