Menu saham potensial cuan awal Maret 2026, INDY & UNVR cs masuk radar analis

Ussindonesia.co.id JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (2/3/2026). Saham-saham seperti INDY sampai UNVR masuk radar menu saham pilihan analis di perdagangan awal bulan tersebut.

Tim Riset MNC Sekuritas menjelaskan, penguatan IHSG ke level 8.235 pada penutupan Jumat (27/2) dibarengi oleh munculnya volume pembelian.

“Pergerakannya pun mampu berada di atas MA20. Best case, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [x], sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke 8.440-8.650,” tulis riset tersebut, Sabtu (28/2/2026).

Saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas adalah PT Indika Energy Tbk. (INDY) dengan strategi buy on weakness di Rp3.470-Rp3.620. Target harganya di Rp3.910 dan Rp4.200, sedangkan stop loss di bawah Rp3.320.

: IHSG Sepekan Turun 0,44%, Kapitalisasi Pasar BEI Tergerus jadi Rp14.787 Triliun

Pada perdagangan terakhir, INDY menguat 4,26% ke Rp3.670 dan disertai dengan munculnya volume beli. Secara teknikal. pada label hitam diperkirakan pergerakan INDY sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 5.

Kedua, ada saham PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) dengan rekomendasi buy on weakness di Rp1.550-Rp1.605. Target harganya di Rp1.670 dan Rp1.745, serta stop loss di bawah Rp1.535.

“TAPG menguat 8,33% ke Rp1.625 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus MA60. Kami memperkirakan, posisi TAPG saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C dari wave (B),” tulis riset.

Ketiga, ada saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dengan rekomendasi buy on weakness Rp3.410-Rp3.510. Target harganya di Rp3.660 dan Rp3.810, serta stop loss di bawah Rp3.390.

MNC Sekuritas mencatat, dalam penutupan terakhir saat TLKM terkoreksi 3,01% ke Rp3.540, disertai dengan munculnya tekanan jual dan penutupannya berada di bawah MA60. Secara teknikal, posisi TLKM saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [c].

Keempat, ada saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dengan rekomendasi buy on weakness di Rp2.370-Rp2.340. Target harganya di Rp2.490 dan Rp2.590, serta stop loss di bawah Rp2.300.

“UNVR menguat 3,03% ke Rp2.380 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Kami memperkirakan, posisi UNVR saat ini sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 1 dari wave (5),” ujar riset.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.