
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — CIMB Group Holdings Berhad membukukan laba bersih sebesar RM7,9 miliar (ringgit Malaysia) sepanjang tahun buku 2025, tumbuh 1,7% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan RM7,7 miliar pada tahun sebelumnya. Kinerja tersebut mendorong peningkatan return on equity (ROE) tahunan menjadi 11,3%, naik 10 basis poin YoY.
Berdasarkan kinerja perusahaan hingga akhir 2025, CIMB Group mengatakan bahwa laba sebelum pajak (profit before tax/PBT) CIMB naik 2,7% YoY menjadi RM10,7 miliar, dengan earnings per share (EPS) sebesar 73,1 sen. Perusahaan menyebut capaian ini ditopang oleh eksekusi disiplin strategi Forward30 (F30).
Sejalan dengan kinerja tersebut, induk perusahaan PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) tersebut mengusulkan dividen interim kedua sebesar 20,35 sen per saham. Dengan demikian, total dividen tahunan mencapai 47,1 sen per saham atau setara dengan rekor payout sebesar RM5,1 miliar. Manajemen menyatakan pembagian dividen ini mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil optimal bagi pemegang saham melalui pengelolaan modal yang disiplin.
: CIMB Niaga (BNGA) Cetak Laba Bersih Rp6,93 Triliun sepanjang 2025
Manajemen CIMB Group Holdings menyebut bahwa tahun 2025 menjadi tahun pertama implementasi roadmap enam tahun F30. Strategi ini difokuskan pada peningkatan ROE secara berkelanjutan melalui realokasi modal, penguatan franchise dana murah (cash), optimalisasi cross-selling, serta peningkatan kapabilitas digital dan teknologi.
“Tahun 2025 menandai tahun pertama implementasi strategi F30 dan CIMB berhasil membukukan kinerja keuangan tertinggi meskipun di tengah tantangan regional dan global. Pencapaian ini mencerminkan eksekusi disiplin atas strategi kami, realokasi modal yang terukur, pendalaman basis dana murah, peningkatan kinerja cross-selling, serta penguatan kapabilitas agar menjadi lebih sederhana, lebih baik, dan lebih cepat,” kata Group Chief Executive Officer of CIMB Group Novan Amirudin, dikutip Sabtu (28/2/2026).
Selain itu, dia turut menyampaikan bahwa perseroan telah membuktikan komitmennya untuk tetap berpegang pada tujuan memajukan nasabah dan masyarakat, sehingga mampu bertahan sekaligus mencetak pertumbuhan.
Selanjutnya dari sisi permodalan, CIMB mencatat pertumbuhan aset sebesar 6,1% secara mata uang konstan. Perusahaan juga meningkatkan alokasi modal ke Malaysia yang dinilai lebih stabil, sehingga kontribusi PBT dari Malaysia naik dari 57% menjadi 61% YoY pada 2025.
Rasio Common Equity Tier 1 (CET1) tetap kuat di level 14,3%, berada di atas panduan tahun buku 2025. Pada November 2025, CIMB juga mengumumkan program pengembalian modal multi-tahun hingga RM2 miliar, menjadi perusahaan Malaysia pertama yang meluncurkan skema tersebut.
Dari sisi likuiditas, total simpanan tumbuh 5,4% YoY menjadi RM524,4 miliar, sementara saldo current account saving account (CASA) naik 1,6% YoY menjadi RM224,1 miliar. Rasio CASA tercatat sebesar 42,7% per Desember 2025.
Basis pendanaan yang stabil ini membantu menekan biaya dana (cost of funds) sebesar 21 basis poin, sehingga mampu membatasi tekanan terhadap net interest margin (NIM) yang hanya tergerus 8 basis poin YoY. Secara kuartalan, NIM mulai menunjukkan perbaikan 2 basis poin menjadi 2,10%.
Penyaluran kredit tumbuh 3,1% YoY dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 86,4%, sementara total aset mencapai RM778,7 miliar. Total pendapatan operasional naik tipis 0,7% YoY menjadi RM22,5 miliar, dengan kontribusi pendapatan nonbunga sebesar RM7,1 miliar atau tumbuh 3,1% YoY. Rasio nonbunga tercatat 31,7%, ditopang oleh pertumbuhan bisnis treasury klien sebesar 7,2% serta kenaikan fee dan komisi 3,2%.
CIMB juga mempertahankan posisi terdepan di pasar modal, dengan pangsa pasar 32,5% di pasar Debt Capital Markets Malaysia serta 15,3% di kawasan Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Thailand (MIST). Di lini investment banking kawasan MIST, CIMB meraih pangsa pasar 10%.
Sepanjang 2025, CIMB mengalokasikan investasi teknologi sebesar RM1,7 miliar. Beban operasional tumbuh 2% YoY menjadi RM10,6 miliar, dengan biaya tenaga kerja relatif datar. Perusahaan juga menginvestasikan lebih dari RM100 juta untuk pelatihan kecerdasan buatan (AI) dan peningkatan kompetensi karyawan. Kualitas aset tetap solid dengan rasio gross impaired loans (GIL) membaik ke level terendah 1,7%, serta coverage ratio di atas 100% atau tepatnya 103,2%.