Harga CPO berpotensi fluktuatif, permintaan India dan China tetap kuat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) berpotensi tetap fluktuatif di tengah kuatnya permintaan dari negara konsumen utama. 

Mengutip Bloomberg, Senin (16/3/2026), harga CPO untuk pengiriman Mei 2026 di Malaysian Derivatives Exchange berada di level MYR 4.678 per ton, naik 2,32% dari akhir pekan lalu. Dalam sebulan, harga CPO  sudah naik sekitar 11,22%.​

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan India dan China menjadi negara konsumen utama CPO.

Lukman menilai prospek permintaan CPO dari India dan China diperkirakan tetap kuat, meskipun dengan dinamika berbeda. 

Bumi Resources Minerals (BRMS) Raih Pendapatan US$ 249 Juta pada 2025

“India sebagai importir minyak nabati terbesar dunia diperkirakan meningkatkan pembelian ketika harga kompetitif atau murah,” kata Lukman kepada Kontan, Senin (16/3/2026).

Sementara China cenderung lebih fleksibel karena dapat beralih ke minyak kedelai atau kanola yang saat ini harganya lebih kompetitif.

Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono, menambahkan Uni Eropa menjadi salah satu konsumen utama CPO. 

“Permintaan dari wilayah ini masih dibayangi oleh ketidakpastian regulasi terkait EU Deforestation Regulation (EUDR) yang akan mulai ditegakkan secara penuh pada akhir 2026. Hal ini menyebabkan pergeseran aliran dagang ke pasar Asia dan Afrika,” ujar Wahyu. 

Menurut Lukman dan Wahyu secara keseluruhan, konsumsi minyak nabati global masih cukup optimistis.