
Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Kepemilikan Chengdong Investment Corporation di saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) kian tergerus, sejalan dengan aksi divestasi saham emiten tambang batu bara Grup Bakrie dan Grup Salim yang terus dilakukan oleh investor institusi asal China tersebut.
Mengacu pada Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada 31 Januari 2026, Chengdong tercatat menggenggam sebanyak 10,44 miliar (10/445.769.978) lembar saham BUMI atau setara dengan kepemilikan 2,81%.
Sementara itu, mengacu pada Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada 30 Desember 2025, Chengdong yang merupakan entitas anak China Investment Corporation tersebut tercatat menggenggam sebanyak 21.39 miliar (21.394.995.830) lembar saham BUMI atau setara dengan 5,76%.
Dengan demikian, sepanjang Januari 2026 Chengdong telah menjual sebanyak 10,94 miliar (10.949.225.852) lembar saham BUMI.
Di lantai bursa, saham BUMI pada perdagangan hari ini, Kamis (12/2/2026) dibuka dengan harga Rp280 per lembar, setelah kemarin ditutup dengan harga Rp272 per saham.
Sepanjang perdagangan hari ini hingga pukul 10.22 WIB, saham BUMI terpantau berfluktuatif dan bergerak di rentang harga Rp266—Rp282 sebelumnya akhirnya bertengger di level Rp272 per lembar.
Dengan harga Rp272 per lembar, pergerakan saham BUMI tercatat menguat 162 poin atau naik 147,27% dalam 6 bulan terakhir, dengan kapitalisasi pasar tercatat Rp100,26 triliun.
: Gerak Gesit Saham Prajogo Pangestu dan Happy Hapsoro di Lantai Bursa Efek
Sementara itu, sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YtD) 2026 pergerakan harga saham BUMI tercatat melemah 148 poin atau -35,24% dan dalam satu tahun terakhir menguat 173 poin atau 174,75%.
Jika dicermati, pergerakan harga saham BUMI yang berhasil melampaui level cepek alias seratusan rupiah setidaknya sejak 10 Desember 2025 tersebut masih konsisten berada di atas Rp300 per lembar.
Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia, saham BUMI pertama kali meninggalkan level Rp100-an rupiah pada 13 November 2025. Ketika itu, saham BUMI sempat bertengger di level Rp224 per saham, naik signifikan dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya di level Rp192 per lembar. Sejak menyentuh level Rp224 per lembar, pergerakan harga saham BUMI terus meningkat.
Adapun, Chengdong pertama kali tercatat sebagai pemegang saham di atas 5% untuk BUMI ketika memborong sebanyak 24,8 miliar (24.808.785.152) saham BUMI pada Desember 2022. Sepanjang Desember 2022, harga saham BUMI bergerak di level Rp161—Rp181 per lembar.
Dengan aksi beli jumbo tersebut, Chengdong ketika itu memiliki 39,6 miliar (39.653.936.330) saham BUMI atau 10,68%, dari 14,8 miliar atau 4,32% kepemilikan sebelumnya.
Dari transaksi itu pula kemudian menjadikan Chengdong sebagai pemilik saham BUMI terbesar kedua setelah Mach Energy (Hongkong) Limited yang ketika memiliki sebanyak 170 miliar saham BUMI atau 49,44%.
—-
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.