
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Harga sejumlah saham yang didepak oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) kompak mengalami penurunan pada perdagangan intraday Rabu (13/5/2026).
Dalam pengumuman terbaru MSCI, terdapat enam saham Indonesia yang dihapus dari MSCI Global Standard Indexes, yaitu AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Di sisi lain, AMRT masih dimasukkan ke dalam MSCI Small Cap Indexes.
Di samping itu, terdapat 13 saham yang terlempar dari MSCI Small Cap Indexes. Di antaranya adalah ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG.
Berdasarkan pantauan Kontan, harga saham AMMN anjlok 11,30% ke level Rp 3.610 per saham hingga akhir perdagangan sesi I hari ini. Pada saat yang sama, harga saham BREN dan TPIA mengalami penurunan masing-masing 8,31% ke level Rp 3.310 per saham dan 14,26% ke level Rp 4.330 per saham.
OJK: Rebalancing MSCI Picu Tekanan Jangka Pendek di Pasar Saham Indonesia
Harga saham DSSA juga terjungkal 10,30% ke level Rp 1.045 per saham, sedangkan saham CUAN terkoreksi 11,11% ke level Rp 840 per saham. Adapun saham AMRT hanya terkikis 1,77% ke level Rp 1.390 per saham setelah turun kasta ke kategori Small Cap.
Sementara itu, saham ANTM dan AALI mengalami koreksi masing-masing 2,24% ke level Rp 3.490 per saham dan 5,26% ke level Rp 7.650 per saham. Penurunan juga terjadi pada saham BANK dan BSDE sebesar 4,71% ke level Rp 486 per saham dan 3,29% ke level Rp 735 per saham.
Saham DSNG dan SIDO terpantau ikut tergerus 3,57% ke level Rp 1.620 per saham dan 4,72% ke level Rp 444 per saham. Begitu juga dengan saham MIDI dan MIKA yang jatuh 7,14% ke level Rp 312 per saham dan 5,12% ke level Rp 1.820 per saham.
Berikutnya, ada saham MSIN dan TKIM yang menyusut 14,81% ke level Rp 575 per saham dan 4,95% ke level Rp 7.675 per saham. Adapun saham SSMS terkoreksi 7,52% ke level Rp 1.230 per saham.
TAPG Chart by TradingView
Menariknya, saham APIC justru bisa menguat 1,15% ke level Rp 1.760 per saham pada sesi pertama perdagangan hari ini. Harga saham TAPG juga bertahan di level Rp 1.890 per saham, meski sempat volatil.