OJK: Rebalancing MSCI picu tekanan jangka pendek di pasar saham Indonesia

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengkalkulasi adanya tekanan jangka pendek dari upaya reformasi pasar modal Indonesia dan pengumuman dari lembaga penyedia indeks global yakni MSCI. 

Seperti diketahui, MSCI mengumumkan untuk mengeluarkan AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT dari MSCI Global Standard Indexes dalam rebalancing Mei 2026. 

Walaupun keluar dari MSCI Global Standard Indexes, lembaga penyedia indeks global asal Amerika Serikat (AS) ini memutuskan untuk memindahkan saham AMRT ke dalam MSCI Small Cap Indexes.

Sementara untuk MSCI Small Cap Indexes, MSCI mengeluarkan 13 saham. Yakni, ialah ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS dan TAPG. 

IHSG Anjlok 1,8% ke 6.734,5 di Sesi Pertama, AMNN, CUAN, BRPT Jadi Top Losers LQ45

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menjelaskan saham-saham yang dikeluarkan dalam review Mei 2026 ini merupakan saham yang setelah lebih transparan terutama dari sisi pemegang saham. 

“Setelah transparansi dibuka, tentunya memudahkan penyedia indeks untuk mengeluarkan bagian tertentu yang mungkin semula merupakan self-claim. Ada bagian free float tertentu yang nanti bisa dicermati,” jelasnya, Rabu (13/5/2026).

Hasan menegaskan hasil rebalancing MSCI Mei 2026 ini merupakan konsekuensi jangka pendek dari proses reformasi integritas pasar modal yang tengah digencarkan oleh OJK bersama dengan (Self-Regulatory Organization). 

“Dengan memanfaatkan secara baik seluruh keterbukaan transparansi dan kredibilitas data yang sudah kami hadirkan lebih awal tentu reformasi yang lebih tegas terhadap aspek-aspek mengedepankan integritas pasar,” tuturnya. 

Hasan pun menyadari secara struktural akan memiliki implikasi jangka pendek, berupa penurunan dan reaksi penyesuaian harga-harga saham yang berdampak. Hasan menyebut ini sebagai short term paint

  TPIA Chart by TradingView  

“Tentu menjadi konsekuensi yang sudah kami perhitungkan dan perkirakan sejak awal dengan harapan momentum pengumuman dan penyesuaian indeks kali ini (10:28) Ini kita harapkan akan membentuk baseline baru,” jelasnya.

Pada akhir perdagangan sesi pertama Rabu (13/5), IHSG parkir di level 6.734,54 atau melemah 1,81% dibanding penutupan hari sebelumnya. Sebanyak 398 saham melemah, 150 saham flat dan 262 saham menguat.