
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Hingga akhir tahun 2025, PT Link Net Tbk (LINK) masih menderita rugi bersih. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang bergerak di bidang penyelenggara jaringan tetap berbasis kabel ini mencatatkan rugi Rp 1,44 triliun hingga Desember 2025. Rugi ini membengkak dari tahun 2024 yang mencapai Rp 1,18 triliun.
Meski masih merugi, LINK membukukan kenaikan pendapatan sebesar 22,22% secara tahunan menjadi Rp 3,08 triliun pada tahun 2025 dari sebelumnya sebesar Rp 2,52 triliun.
Usai Batal Diakuisisi Saiko, Soraya Berjaya (SPRE) Perluas Pasar Gandeng RedDoorz
Kenaikan pendapatan tersebut berkat penghasilan dari segmen sewa jaringan dari segmen korporasi yang melonjak hingga 212,99% secara tahunan menjadi Rp 1,13 triliun. Tak hanya itu, segmen TV kabel korporasi juga melonjak 245,55% secara tahunan jadi Rp 959,22 miliar.
Sayangnya, beban yang harus ditanggung LINK meningkat terutama pada beban jaringan dan beban langsung lainnya yang mencapai Rp 1,54 triliun pada 2025. Angka ini naik beban yang ditanggung pada tahun 2024 sebesar Rp 1,06 triliun. Tak hanya itu, LINK juga tidak mendapatkan laba tahun berjalan dari operasi yang dihentikan. Padahal di tahun 2024, LINK masih menerima laba sebesar Rp 569,64 miliar.
Pada tahun 2025, aset LINK tercatat Rp 13,24 triliun, turun 4,88% secara tahunan dari Rp 13,92 triliun. Sedangkan nilai ekuitas LINK merosot 29% secara tahunan menjadi Rp 3,55 triliun.