
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat bicara terkait kasus dugaan hilangnya dana member Indodax.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi mengatakan, OJK telah memanggil dan memfasilitasi pertemuan antara member Indodax dan manajemen Indodax untuk meminta klarifikasi atas informasi tersebut.
“Kita sudah panggil, sudah kita fasilitasi. Kelihatannya sedang ditelurusi oleh manajemen Indodax. Nanti kita sampaikan kalau sudah ada kejelasan karena saat ini masih ada dua versi dari sisi nasabah dan sisi pengurus,” kata Hasan di gedung BEI, Jumat (2/01/2026).
Hasan juga menyampaikan pengawas OJK sudah coba meminta untuk Indodax menelusuri dan memastikan bahwa tidak ada kepentingan atau aset nasabah yang dirugikan. Kendati begitu, Hasan belum mengungkapkan jumlah dana member yang hilang.
Austindo Nusantara (ANJT) Hentikan Kegiatan Operasional Anak Usaha
“Belum (ada angkanya), karena masih penelurusan. Nanti kita dengar dari manajemen Indodax. Pengawas sudah panggil dan sudah ada pertemuan untuk fasilitasi,” tambah Hasan.
Dalam pemberitaan Kontan sebelumnya, Indodax memberikan penjelasan terkait informasi yang beredar di media sosial dan sejumlah media digital terkait dugaan kehilangan dana yang dialami oleh salah satu pihak yang dikaitkan dengan aplikasi Indodax.
Indodax memahami bahwa isu keamanan akun merupakan hal yang sensitif dan menjadi perhatian utama bagi pengguna platform investasi aset kripto.
CEO Indodax, William Sutanto, menyampaikan permohonan maaf atas kekhawatiran yang timbul di ruang publik akibat beredarnya informasi ini.
“Kami memahami perhatian masyarakat, dan kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan secara bertanggung jawab dan transparan,” ujar William dalam keterangan tertulis, Senin (29/12/2025).
Berdasarkan penelusuran terhadap akun-akun member yang informasinya beredar di media, Indodax menemukan indikasi adanya akses ilegal ke akun pengguna.
Akses tersebut tidak berasal dari sistem Indodax, melainkan terjadi akibat faktor eksternal, seperti phishing, malware, atau metode social engineering yang menargetkan perangkat maupun kredensial pribadi pengguna. Sejalan dengan hal tersebut, William turut menegaskan bahwa aspek keamanan akun terus menjadi fokus perusahaan.
“Keamanan pengguna selalu menjadi prioritas kami. Dari hasil penelusuran awal, indikasi yang muncul mengarah pada akses ilegal dari faktor eksternal. Meski demikian, kami tetap berkomitmen untuk mendampingi para member yang terdampak dan menindaklanjuti setiap kasus secara menyeluruh,” jelasnya.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap perlindungan pengguna, Indodax akan menghubungi para member terkait secara satu per satu untuk melakukan penelusuran lebih lanjut sesuai dengan kronologi masing-masing kasus.
Indodax juga membuka ruang komunikasi bagi member lain yang ingin membahas kondisi akun mereka secara lebih detail.
Saham MNC Energy (IATA) Melejit, Ini Penyebabnya