Prospek Unilever (UNVR) diprediksi stabil di tengah tantangan, cek rekomendasinya

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Prospek PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) pada 2026 diproyeksikan tetap stabil meski dihadapkan pada tantangan persaingan dan tekanan biaya. 

Sebagai salah satu perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) terbesar di Indonesia, UNVR berada di bawah naungan grup global Unilever Plc. 

Di Indonesia, UNVR menjalankan distribusi dan pengelolaan merek dengan portofolio sekitar 45 merek di kategori Home & Personal Care (HPC) serta Foods & Refreshment (F&R). Jaringan distribusi UNVR didukung 34 depo yang menjangkau sekitar 3,5 juta outlet ritel di seluruh Indonesia.

Namun, sepanjang 2025 UNVR tidak meluncurkan merek baru dan memilih fokus memperkuat portofolio produk yang sudah ada, sekaligus mengantisipasi tekanan kenaikan harga bahan baku yang berpotensi menekan margin.

Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp 34.000 Jadi Rp 2.549.000 per Gram, Selasa (6/1)

Head of Research Kisi Sekuritas, Muhammad Wafi, menyebut prospek UNVR ke depan akan cukup menantang tapi stabil.

Katanya, persaingan ada di General Trade (GT) dan Modern Trade (MT). Di sepanjang tahun 2026 ini, produk andalan utama UNVR akan tetap berada di Home & Personal Care (HPC) yang punya pricing power kuat, dan segmen Food yang defensif.

“Tetapi kuncinya tetap ada di volume recovery UNVR ke depan,” jelas Wafi kepada Kontan, Senin (5/1/2026).

Berbicara mengenai prospeknya, kinerja UNVR juga akan disokong oleh katalis biaya input dan pergerakan rupiah.

Simak Rekomendasi Saham INET, BRMS, MBMA, UNTR, ARCI, dan HRTA Untuk Selasa (6/1)

Harga komoditas diperkirakan akan melandai dan potensi rupiah yang menguat di awal 2026 diharapkan bisa membantu menekan biaya impor serta royalti. 

Lalu, sentimen negatif kinerja UNVR yang perlu diwaspadai berasal dari downtrading dan isu geopolitik atau boikot. Kompetitor lokal yang bermain perang harga juga disebut masih menjadi ancaman ke depannya.

Di tahun 2026 ini Wafi memproyeksi laba bersih UNVR akan bertumbuh sebesar single to low double digit.

“Angka kinerja kuartal III 2025 itu sebenarnya karena low base effect. Laba bersih masih tumbuh, tetapi dorongannya bukan dari volume, melainkan efisiensi margin,” ujarnya.

Dengan berbagai faktor di atas, Wafi kemudian memberikan rekomendasi beli saham UNVR dengan target harga Rp 2.800 per saham.