Proyeksi rupiah hari ini (11/2): Cek sentimen yang jadi penggerak

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Rupiah diproyeksi kembali bergerak tipis pada perdagangan hari ini. Sekedar mengingatkan, rupiah di pasar spot ditutup melemah tipis 0,04% ke level Rp 16.811 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Selasa (10/2/2026).

Berbeda arah, pergerakan rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) justru menguat 0,23% menjadi Rp 16.799 dibandingkan perdagangan hari sebelumnya yang di level 16.838 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, & Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pergerakan rupiah hari ini dipicu oleh meningkatnya sentimen global seiring memanasnya kembali ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, pasar merespons peringatan dari Departemen Transportasi AS yang meminta kapal-kapal berbendera AS untuk menghindari wilayah Iran saat melintasi Selat Hormuz dan Teluk Oman.

Rebalancing MSCI: Indofood (INDF) Terdepak dari MSCI Global Standard Index

“Peringatan tersebut menimbulkan kekhawatiran atas ketegangan antara AS dan Iran yang tetap tinggi,” ujar Ibrahim, Selasa (10/2/2026).

Meski kedua negara disebut mencatat kemajuan dalam pembicaraan terkait program nuklir Iran, ketidakpastian tetap tinggi lantaran Teheran menolak menghentikan pengayaan nuklirnya, yang menjadi poin utama perselisihan dengan Washington.

Untuk pergerakan rupiah untuk hari ini (11/2/2026), Ibrahim menyebut perhatian pelaku pasar akan tertuju pada sejumlah rilis data ekonomi penting dari AS pekan ini. Data penggajian non-pertanian (non-farm payrolls) Januari dijadwalkan rilis pada Rabu, disusul data inflasi indeks harga konsumen (CPI) pada Jumat.

“Data-data tersebut akan memengaruhi ekspektasi arah suku bunga AS, apalagi di tengah dinamika perubahan kepemimpinan di Federal Reserve,” jelasnya.

Selain itu, pasar juga mencermati data ekonomi dari negara-negara konsumen minyak utama dunia yang dapat memengaruhi prospek permintaan global dan sentimen pasar keuangan secara keseluruhan.

Cermati Rekomendasi Saham Pilihan untuk Hari Ini (11/2), IHSG Berpotensi Menguat Lagi

Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak terbatas dan berada dalam kisaran Rp 16.810 hingga Rp 16.840 per dolar AS.