
Ussindonesia.co.id JAKARTA Di tengah belum meredanya daya beli masyarakat pada awal tahun ini, beberapa saham emiten sektor ritel diproyeksi masih terus bertumbuh positif.
Hal ini disokong oleh tumbuhnya sejumlah katalis, misalnya bertambahnya portofolio merek, SSSG, hingga penguatan strategi penjualan omnichannel dinilai menjadi katalis bagi kinerja emiten seperti PT Midi Utama Indonesia Tbk, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk, PT Mitra Adiperkasa Tbk, dan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk pada tahun ini.
Sejumlah analis memberikan rekomendasi saham emiten konsumer. Simak ulasan lengkap rekomendasi saham sektor konsumer untuk perdagangan Senin (9/3/2026).
1. PT. Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
MIDI siap melanjutkan ekspansi pertumbuhan toko baru. Emiten ritel ini menargetkan pembukaan 200 gerai baru di tahun 2026, lebih tinggi dibandingkan realisasi pembukaan gerai tahun lalu sebanyak 152 gerai. MIDI tetap berkomitmen merealisasikan target pembukaan gerai tersebut, sekaligus berencana untuk memperluas jangkauan bisnisnya ke sejumlah provinsi baru di luar Pulau Jawa pada tahun ini.
Hingga September 2025, MIDI membukukan laba bersih Rp 591 miliar, tumbuh 27% year-on-year (YoY) dan telah mencapai sekitar 78% dari target internal maupun target konsensus Bloomberg sebesar 79%.
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 550
Analis BRI Danareksa Sekuritas Christy Halim
Asing dalam Sepekan Masih Catat Net Buy Rp 2,23 Triliun Efek Crossing Saham SGRO
2. PT. MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA)
MAPA memperluas portofolio merek fesyennya dengan membawa Sam Edelman, merek alas kaki internasional asal Amerika Serikat, ke pasar Indonesia. MAPA melalui brand Golf House juga terus memperkuat bisnisnya di tengah dinamika industri golf nasional. Perusahaan pun menyoroti momentum positif pada kuartal I 2026 yang didukung faktor musiman, terutama dari merek alas kaki utama seperti New Balance, Hoka, Skechers, dan Foot Locker.
Pada periode sembilan bulan tahun 2025, MAPA mencatat pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 12,3% secara tahunan menjadi Rp 13,9 triliun. Ada pun laba bersih sebesar Rp 1,16 triliun. Naik bila di bandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 sebesar Rp 1,10 triliun.
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 600
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi
3. PT. Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
Dorongan utama disokong dari ekspansi gerai baru serta performa solid segmen Active dan Fashion, strategi promosi yang terukur pada Inditex brands dan Marks & Spencer. Portofolio fesyen premium makin meluas dengan menghadirkan merek fesyen asal Amerika Serikat Abercrombie & Fitch (A&F) di Indonesia. Selain itu pertumbuhan juga didukung oleh peluncuran iPhone 17 pada kuartal IV 2025 serta berlanjutnya pemulihan kinerja MAPB.
MAPI mencatatkan laba bersih Rp 1,37 triliun sepanjang Januari-September 2025. Capaian ini meningkat 5,75% dibandingkan periode serupa tahun lalu, yang mencapai Rp 1,29 triliun. Pertumbuhan laba MAPI sejalan dengan kinerja pendapatan yang meningkat 8,76% secara tahunan menjadi Rp30,03 triliun.
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 1.500
Christofer Kojongian Analis Sucor Sekuritas
4. PT. Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES)
ACES melakukan sesi live streaming selama 12 jam setiap hari di Shopee dan Tiktok untuk memperkuat kehadirannya secara online. Selama periode Ramadhan, perusahaan berencana untuk melakukan live streaming sepanjang hari setiap hari, yang menurut kami diperlukan agar tetap kompetitif. Pertumbuhan SSSG per Januari 26 tercatat +1% yoy, kembali positif setelah sembilan bulan berturut-turut mengalami penurunan sejak April 2025.
ACES membukukan laba bersih pada kuartal III 2025 sebesar Rp 481,1 miliar. Menurun bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 sebesar Rp 574,2 miliar.
Rekomendasi: Add
Target harga: Rp 500
Analis CGS International Baruna Arkasatyo