
Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Senin (12/1/2026). Setelah sempat mengalami koreksi dalam hingga 2,36%, indeks akhirnya hanya terkoreksi 0,58% hari ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 0,58% ke level 8.884,72. Sepanjang perdagangan indeks sempat melaju di level 9.000,97–8.715,41.
Sejalan dengan lesunya IHSG, kinerja sejumlah saham berkapitalisasi jumbo juga tampak kompak terkoreksi. Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) menutup perdagangan dengan terkoreksi 7,10%, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) terkoreksi 5,92%, dan saham PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) terkoreksi 5,85%.
: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 12 Januari 2026
Koreksi juga dialami oleh saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang terkoreksi 5,01%, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) melemah 4,73%, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) melemah 3,35%, dan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) melemah 2,76%.
Kinerja saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) juga mengalami pelemahan 2,31%, saham PT Bank Permata Tbk. (BNLI) melemah 1,45%, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 1,23%, dan saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) terkoreksi 1,02%.
Koreksi juga dialami oleh saham-saham blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45. Saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) melemah 6,58%, saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) melemah 5,87%, dan saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) melemah 5,63%.
Saham PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) juga mengalami koreksi 3,55%, saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) melemah 2,51%, dan saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) melemah 1,75%.
Sebelumnya, Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, amblesnya IHSG pada perdagangan intraday hari ini lebih disebabkan oleh koreksi yang terjadi pada saham-saham energi.
Hal itu tampak dari kinerja PT Hillcon Tbk. (HILL) yang melemah 13,76%, saham PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) terkoreksi 11,73%, saham PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) melemah 11,52%, atau saham PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) yang terkoreksi 5,17%.
Alhasil, indeks yang mengukur kinerja saham-saham energi atau IDXEnergy terkoreksi 1,39% pada perdagangan hari ini.
“Kami mencermati koreksi dari IHSG ini dibebani oleh emiten-emiten energi yang tadi sempat terkoreksi kurang lebih 2%, di mana kami perkirakan adanya kemungkinan aksi ambil untung setelah beberapa emiten energi menguat signifikan,” kata Herditya saat dihubungi, Senin (12/1/2026).
Senada, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai koreksi yang dialami indeks merupakan kombinasi dari beberapa sentimen, seperti tensi geopolitik AS–Iran yang kian memanas, aksi profit taking investor di saham-saham komoditas, dan data CPI yang diprediksi akan mengalami stagnasi.
“Hemat saya, pelaku pasar merespons wajar terhadap meningkatnya ketegangan AS-Iran. Di sisi lain, para pelaku pasar juga mencermati US CPI yang masih diproyeksikan akan terus mengalami cooling down,” kata Nafan saat dihubungi, Senin (12/1/2026).
Nafan menilai, koreksi yang terjadi secara tiba-tiba terhadap pasar saham Tanah Air adalah sesuatu yang wajar. Terlebih di tengah sentimen yang kuat.
“Selama sentimen negatif kuat, maka koreksi wajar berlaku. Dan hal tersebut wajar terjadi di tengah perdagangan Bursa,” tegasnya.