
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 5,25% mulai menjadi perhatian pelaku industri otomotif nasional. Meski demikian, produsen mobil masih melihat prospek pasar tetap positif seiring upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Vice President Toyota Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily mengatakan, kebijakan kenaikan suku bunga acuan diharapkan dapat menjaga stabilitas rupiah, kepercayaan pasar, serta mengendalikan tekanan inflasi.
“Dengan naiknya suku bunga acuan, diharapkan bisa menjaga stabilitas rupiah, menjaga kepercayaan pasar, serta mengendalikan potensi tekanan inflasi,” ujar Ernando kepada Kontan, Senin (25/5/2026).
Penjualan Wholesales Toyota Naik 42% pada April 2026
Menurut dia, Toyota masih terus mengamati implementasi kebijakan suku bunga tersebut di perbankan komersial maupun lembaga pembiayaan. Sebab, mayoritas pembelian kendaraan di Indonesia masih mengandalkan skema kredit.
Di tengah kondisi tersebut, TAM menilai pasar otomotif nasional masih berada dalam tren positif. Hal itu tercermin dari kenaikan penjualan Toyota pada April 2026.
Jap mengungkapkan, penjualan wholesales Toyota pada April mencapai sekitar 25.000 unit atau naik 42% dibandingkan Maret 2026 yang berada di level 17.000 unit.
Untuk menjaga momentum penjualan, Toyota bersama jaringan dealer dan perusahaan pembiayaan menghadirkan berbagai paket pembelian yang lebih kompetitif.
Mulai dari opsi uang muka atau down payment (DP) rendah, pilihan tenor lebih panjang, skema cicilan fleksibel, hingga program jaminan harga jual kembali untuk model hybrid seperti Veloz HEV.
“Kami bersama jaringan dealer dan partner financing terus berupaya menghadirkan paket pembelian yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan konsumen,” jelas Jap.
Secara kumulatif, penjualan wholesales Toyota sepanjang Januari-April 2026 tercatat mencapai 86.000 unit.
Sementara itu, hingga 24 Mei 2026, surat pemesanan kendaraan (SPK) Toyota secara nasional tercatat sekitar 19.000 unit. TAM berharap angka tersebut masih dapat meningkat hingga akhir bulan dan mencatatkan pertumbuhan positif dibandingkan April lalu.
Pertamina Hulu Energi (PHE) Produksi 1,03 Juta BOEPD, Kuasai 65% Lifting Minyak RI