Tensi geopolitik memanas, rupiah melemah ke Rp 16.997 per dolar AS

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah pada Senin (16/3/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,23% secara harian ke Rp 16.997 per dolar AS. 

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,33% secara harian ke Rp 16.990 per dolar AS. 

Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah disebabkan meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, terutama di Selat Hormuz. Pasukan marinir AS disebut akan dikerahkan menuju Iran untuk melakukan serangan. Terlebih AS – Israel dengan Iran terus melakukan serangan timbal balik dalam pertempuran tersebut. 

Rupiah Tembus Rp 17.000 per Dolar AS di Tengah Hari Ini (16/3)

“Ini mengindikasikan Iran masih sanggup melakukan perlawanan,” ucap Ibrahim, Senin (16/3/2026). 

Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga menawarkan hadiah kepada siapapun yang bisa memberikan informasi keberadaan pemimpin baru Iran sebesar US$ 10 juta. Hal ini membuat kegaduhan di Timur Tengah kembali mengalami pemanasan yang cukup signifikan. 

Dari dalam negeri, Ibrahim melihat kekhawatiran defisit anggaran menambah tekanan bagi rupiah. Besok pergerakan rupiah dipengaruhi hasil rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia dan sentimen ekspektasi suku bunga The Fed. The Fed dijadwalkan akan kembali bertemu membahas kebijakan suku bunga pekan depan. 

Adapun untuk perdagangan besok, Ibrahim memproyeksikan rupiah akan kembali melemah direntang Rp 16.990 – Rp 17.050 per dolar AS.

Rupiah Melemah ke Rp 16.997 Per Dolar AS Hari Ini (16/3), Rekor Penutupan Terburuk