AUD melonjak: Data tenaga kerja kuat, dorong kenaikan suku bunga

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Dolar Australia (AUD) menguat menjadi ke sekitar 0,679 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari Kamis (22/1), mendekati level tertinggi dalam enam belas bulan. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Kamis (22/1), penguatan AUD terjadi karena meredanya ketegangan AS-Eropa sehingga meningkatkan sentimen risiko. Sementara data pekerjaan lokal yang kuat meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. 

Data menunjukkan peningkatan lapangan kerja sebesar 65.200 pada bulan Desember, jauh di atas perkiraan, sementara tingkat pengangguran secara tak terduga turun ke level terendah tujuh bulan sebesar 4,1%. Hasil yang kuat ini, bersamaan dengan meningkatnya pengeluaran rumah tangga, menunjukkan bahwa ekonomi berakselerasi lebih cepat dari yang diperkirakan.  

Hal ini mendorong pasar untuk secara tajam meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga sebesar 25bp pada pertemuan Bank Sentral pada 3 Februari. Dan kenaikan suku bunga kini sepenuhnya diperkirakan terjadi pada bulan Mei. 

Perhatian kini beralih ke data CPI kuartal Desember minggu depan, di mana peningkatan inflasi inti dapat mendorong langkah kebijakan yang lebih awal. 

Sementara itu, Presiden AS Trump menolak untuk mengambil alih Greenland secara paksa dan mengatakan tidak akan mengenakan tarif pada negara-negara Eropa. Ia juga mengumumkan kerangka kesepakatan telah tercapai.