Harga platinum koreksi dari harga tertinggi: pasokan ketat tak mampu tahan tekanan

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. Harga platinum berjangka turun lebih dari 3% menjadi sekitar US$ 2.410 per ons troi pada hari Kamis (22/1). Harga platimum melemah dari level tertinggi sepanjang masa di tengah penurunan yang lebih luas pada harga logam mulia hari ini. 

Penurunan ini terjadi setelah pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump, yang menolak penggunaan kekuatan militer untuk mengakuisisi Greenland dan menarik kembali usulan tarif terhadap negara-negara Eropa. 

Ini dilakukan Trump setelah mengumumkan kerangka kerja untuk kesepakatan masa depan dengan NATO, meskipun detail perjanjian tersebut masih belum jelas. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Kamis (22/1), namun, Denmark mengkonfirmasi bahwa mereka tidak akan bernegosiasi untuk menyerahkan wilayahnya kepada AS, dan Parlemen Eropa menangguhkan persetujuan kesepakatan perdagangan Uni Eropa-AS yang dicapai pada bulan Juli, sehingga menimbulkan ketidakpastian. 

Sementara itu, platinum tetap didukung oleh pasokan yang ketat dan permintaan yang kuat, terutama dari sektor otomotif dan hidrogen. 

Bertahun-tahun kurangnya investasi di bidang pertambangan telah membuat pasar rentan terhadap gangguan, sementara standar emisi yang lebih ketat meningkatkan penggunaan platinum dalam konverter katalitik.