
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatatkan kinerja penjualan Surat Berharga Negara (SBN) yang tetap atraktif sepanjang tahun 2025, meskipun di tengah tren penurunan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).
Retail Funding Division Head BTN, Frengky Rosadrian, mengatakan minat investor terhadap produk SBN masih terjaga, terutama untuk SBN yang diperdagangkan di pasar sekunder. Menurutnya, kondisi suku bunga yang lebih rendah justru mendorong investor mencari instrumen investasi yang aman dengan imbal hasil menarik.
“Penjualan SBN pada tahun 2025 masih cukup atraktif di tengah penurunan suku bunga yang dilakukan oleh Bank Indonesia, khususnya pada produk SBN yang diperjualbelikan di pasar sekunder,” ujar Frengky kepada kontan.co.id, Selasa (6/1/2026).
BTN Klaim Permodalan Solid, CAR Dijaga di Level 18%–20% pada 2026
Dari sisi kontribusi terhadap kinerja keuangan, Frengky mengungkapkan bahwa pendapatan dari penjualan SBN masih memberikan porsi yang signifikan. Sepanjang 2025, pendapatan berbasis komisi (fee based income) dari SBN menyumbang sekitar 30% dari total fee based income BTN.
Memasuki tahun 2026, BTN optimistis penjualan SBN masih memiliki ruang untuk tumbuh. Perseroan berencana mengoptimalkan penjualan SBN, terutama dengan menyasar nasabah yang memiliki profil risiko konservatif hingga moderat serta kebutuhan investasi jangka menengah dan panjang.
“Ke depan, penjualan SBN akan dilakukan semakin optimal, khususnya bagi nasabah yang memiliki profil risiko dan kebutuhan investasi yang sesuai dengan produk SBN,” tutup Frengky.