Emiten telekomunikasi: Berkah Ramadan 2026, cuan besar menanti?

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Emiten telekomunikasi berpotensi mendulang berkah. Secara historis, trafik layanan dan data para operator telekomunikasi berpotensi melonjak dibanding rata-rata harian. 

PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), telah mengumumkan proyeksi trafik layanannya. EXCL memprediksi trafik bisa melonjak sekitar 20%–30% selama periode Ramadan dan libur panjang lebaran 2026. 

Direktur & Chief Technology Officer XLSmart, Shurish Subbramaniam menjelaskan untuk menghadapi lonjakan trafik, EXCL telah melakukan sejumlah langkah strategis untuk memastikan jaringan tetap optimal.  

“Sejalan dengan proses integrasi jaringan yang masih terus berlangsung saat ini, XLSMART juga terus melakukan penambahan kapasitas yang signifikan,” jelasnya, Rabu (11/2/2026). 

XLSmart (EXCL) Proyeksikan Trafik Layanan Naik Hingga 30% di Periode Lebaran

Shurish mengatakan persiapan jaringan dilakukan sepanjang jalur mudik dan area-area wisata. Di mana, EXCL mengoperasikan lebih dari 100 MBTS (Mobile Base Transceiver Station) di berbagai wilayah, termasuk 60 MBTS 5G.

Untuk area yang menjadi tujuan mudik, utilisasi jaringan akan mencapai 60%–70%. Kota-kota utama di Jawa Tengah dan Jawa Timur akan mengalami kenaikan trafik secara signifikan, terutama di jalur mudik dan area wisata

“Jaringan XLSMART diperkirakan akan mengalami kenaikan trafik hampir di semua wilayah/region, dan Jawa masih menjadi kontributor Utama untuk kenaikan trafik,” kata Shurish. 

Equity Research Analyst MNC Sekuritas, Christian Sitorus menilai sektor telekomunikasi akan tetap didukung oleh stabilitas makroekonomi dengan proyeksi pertumbuhan PDB tahun buku 2026 sebesar 4,9%–5,3%. 

Christian bilang meskipun penetrasi seluler telah melampaui 80%, penetrasi fixed broadband masih di bawah 20% rumah tangga akibat keterbatasan investasi last-mile di masa lalu.

“Kondisi ini menopang pertumbuhan trafik data yang kuat sekitar 27% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dan mendorong kebutuhan belanja modal (capex) fiber yang lebih disiplin,” jelasnya. 

Equity Research Analyst Aurelia Barus & Belva Monica memproyeksikan EBITDA agregat para operator telekomunikasi bisa tumbuh 7% secara tahunan, yang akan didukung oleh beberapa hal. 

“Perbaikan ARPU seluler di tengah pertumbuhan konsumsi rumah tanga yang meningkat sekitar 5,2% YoY pada 2026, penggunaan data seluler dan data yield yang lebih baik,” tulis Aurelia dan Belva dalam risetnya. 

Maybank Sekuritas Jadikan XL (EXCL) Top Pick Baru di Sektor Telekomunikasi di ASEAN

Indo Premier Sekuritas memperkirakan penggunaan data tumbuh 9% YoY. Sementara, data yield yang membaik tetapi masih turun yaitu minus 2% YoY di 2026 dibandingkan 2025 yang minus 12% YoY. 

Lebih lanjut, Indo Premier Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor telekomunikasi. Namun masih ada ruang re-rating bagi operator Indonesia untuk mempersempit kesenjangan valuasi. 

Dengan urutan saham unggulan, EXCL, TLKM dan ISAT. Di mana, EXCL unggul karena pertumbuhan EBITDA tercepat dengan CAGR 9% pada 2024–2027 dan punya operating leverage terkuat. 

Sementara itu, MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi netral untuk sektor ini, yang mencerminkan prospek pertumbuhan yang lebih seimbang seiring monetisasi pengguna yang secara bertahap membaik. 

Menurut Christian, emiten yang mampu memperdalam pendapatan per pengguna sekaligus memaksimalkan sinergi berbagi infrastruktur berpotensi mengungguli para pesaingnya.

Adapun saham pilihan utama MNC Sekuritas jatuh pada TLKM. Christian merekomendasikan beli TLKM dengan target harga di Rp 4.000 per saham. 

Kinerja EXCL Diproyeksi Membaik Pasca Merger XL-Smartfren, Cek Rekomendasi sahamnya