
Ussindonesia.co.id – , JAKARTA – Pesta rekor harga buyback emas Antam kembali berlanjut menjelang akhir Januari 2026.
Berdasarkan data Logam Mulia Rabu (21/1/2026), harga buyback emas Antam naik Rp34.000 ke Rp2.612.000. Posisi itu merupakan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) terbaru bulan ini.
Dengan demikian, harga buyback emas Antam telah memecahkan rekor ATH baru sebanyak delapan kali pada periode berjalan Januari 2026.
: Harga Buyback Emas Antam Pecah Rekor Baru 6 Kali hingga Selasa (20/1)
Buyback emas merupakan transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan. Biasanya, harga yang dibanderol lebih rendah dari harga jual saat itu.
Kendati demikian, buyback emas masih bisa mendatangkan keuntungan apabila terdapat selisih besar antara harga jual dan harga buyback.
: : Ramalan Nasib Harga Emas Kala Ketegangan Greenland Picu Kecemasan Perang Dagang
Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). Adapun, PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Adapun, harga buyback emas Antam mengikuti pergerakan mahar logam mulia di pasar global.
Kepala Strategi Valuta Asing Global Union Bancaire Privee SA Peter Kinsella menjelaskan bahwa dunia saat ini telah memasuki era nasionalisme sumber daya di antara kekuatan-kekuatan besar dunia.
“Mata uang belum tentu menjadi sarana terbaik untuk memainkan tema geopolitik ini, arah pergerakan emas kini cenderung naik,” jelasnya dilansir dari Bloomberg, Selasa (20/1/2026).
Krisis Greenland terjadi tidak lama setelah Amerika Serikat bermanuver di Venezuela. Peristiwa itu telah memicu reli harga emas makin kencang.
Selain itu, serangan Trump kepada Federal Reserve (The Fed) turut mendukung kenaikan harga emas pada awal 2026. Langkah itu menimbulkan kekhawatiran terhadap independensi bank sentral.
Analis Saxo Bank A/S Ole Hansen menilai konflik Greenland menjadi katalis baru bagi pergerakan harga emas.
“Episode Greenland telah menambahkan bahan bakar baru pada reli yang telah terbentuk selama berbulan-bulan, didorong oleh latar belakang makroekonomi dan geopolitik yang semakin tidak nyaman bagi para investor yang hanya bergantung pada aset keuangan,” jelasnya.
Para investor dilaporkan akan mencermati secara saksama argumen Mahkamah Agung Amerika Serikat terkait upaya Trump untuk memberhentikan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook, yang dijadwalkan berlangsung pada hari Rabu (21/1/2026) waktu setempat dan dapat menjadi penentu bagi keberlanjutan independensi bank sentral tersebut.
Diberitakan Bisnis sebelumnya, harga emas kembali mencetak rekor tertinggi pada Selasa (20/1/2026), menembus level historis di atas US$4.700 per ons seiring meningkatnya ketegangan geopolitik yang mendorong permintaan aset lindung nilai (safe haven). Di saat bersamaan, harga perak juga mencatatkan rekor baru dengan menembus US$95 per ons untuk pertama kalinya.
Mengutip Reuters, harga emas spot menguat sekitar 2% menjadi US$4.757,33 per ons pada pukul 01.52 siang waktu New York (18.52 GMT), setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi intraday di US$4.765,93 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup melonjak 3,7% ke level US$4.765,80 per ons.
“Emas telah melesat semakin jauh ke wilayah yang belum pernah dijelajahi, seiring investor melakukan lindung nilai terhadap meningkatnya risiko politik,” ujar Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.