
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus anjlok beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Kamis (4/6) ini, IHSG ditutup turun 1,70% ke level 5.839,79.
Menanggapi merahnya IHSG, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimbau investor agar mengambil keputusan investasi secara rasional. BEI meminta investor memperhatikan fundamental perusahaan dan profil risiko masing-masing.
“Kami tentu tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada investor untuk dapat mengambil keputusan investasi secara rasional, memperhatikan fundamental, dan juga berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing investor,” kata Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis (4/6).
Menurut Jeffrey, fundamental pasar modal Indonesia masih berada dalam kondisi yang baik. Ia pun membeberkan laba bersih emiten yang tergabung dalam indeks LQ45 pada kuartal I 2026 tumbuh 29,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, sekitar 80% perusahaan tercatat membukukan laba bersih pada kuartal I 2026. Sebagai perbandingan, pada 2020 hanya 63% emiten yang mencatatkan laba, sedangkan pada periode 2021–2025 angkanya berkisar antara 73%-76%.
“Itu menunjukkan bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan tercatat kita saat ini dalam kondisi baik,” tutur Jeffrey.
Jeffrey pun mengingatkan sejumlah kebijakan yang diterapkan BEI pada tahun lalu masih berlaku hingga saat ini. Seperti kebijakan buyback saham tanpa persetujuan RUPS serta penundaan atau larangan aktivitas short selling.
Ia menegaskan berbagai kebijakan tersebut bertujuan memulihkan dan memperkuat kepercayaan investor domestik maupun global terhadap pasar modal Indonesia.
“Dengan kita meningkatkan transparansi, meningkatkan granulasi dari data, kita memberikan informasi terkait dengan high shareholding concentration, itu seluruhnya adalah upaya kita untuk meningkatkan kembali kepercayaan investor pada pasar kita,” jelas Jeffrey.

Sementara itu Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan seluruh kebijakan yang saat ini berlaku masih tetap dipertahankan meski IHSG terpantau terus menurun. Aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO) pun masih berjalan sesuai rencana.
“[IPO] masih on schedule, kita ada 15, proses tentunya berjalan, kita monitor setiap hari progresnya,” ucap Nyoman.
Nyoman pun mendorong calon emiten, manajemen perusahaan, serta penjamin emisi untuk mempercepat proses penyampaian tanggapan dan pemenuhan dokumen agar jadwal audit laporan keuangan dapat berjalan sesuai target.
“[Targetnya] di bulan Juni. Itu harapan kita untuk speed up prosesnya. So far masih on track,” tutup Nyoman.