Jakarta, IDN Times – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok sebagai imbas pengumuman MSCI perihal penghitungan free float saham-saham Indonesia. Sejak pembukaan perdagangan hingga penutupan sesi I, IHSG terus melemah hingga mencapai titik terendahnya.
IHSG ditutup melemah hingga 659,01 poin atau minus 7,34 persen pada perdagangan sesi I siang ini. IHSG dibuka pada level 8.393,51 pada perdagangan pagi ini. Level tertinggi IHSG hari ada pada posisi 8.596,17 dan level terendahnya pada level 8.269,14. Sebanyak 30 saham mengalami penguatan, 764 melemah, dan 10 tidak mengalami perubahan.
1. BEI akan lakukan segala hal kembalikan IHSG ke posisi menguat
Terkait kondisi tersebut, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, mengatakan bakal melakukan segala upaya demi mengembalikan IHSG ke posisi menguat. Hal itu termasuk dengan menjalin kerja sama ke beberapa pihak.
“Jadi, pada hari ini pada intinya kami akan melakukan segala effort kerja sama dengan tentunya semua stakeholder kita untuk follow up hal-hal yang dipandang perlu terkait dengan apa yang dikeluarkan oleh MSCI,” kata Nyoman di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
IHSG Sesi I Ambruk 7,34 Persen ke Level 8.321 2. Tidak ada waktu pasti kapan IHSG bisa kembali menguat
Kendati begitu, Nyoman tidak menyebut secara pasti kapan upaya itu akan dilakukan. Dia juga enggan berkomentar banyak tentang pergerakan IHSG ke depannya.
“Tentu kita akan follow up secepatnya,” ujar Nyoman.
3. MSCI umumkan pembekuan sementara indeks saham-saham Indonesia
Dalam pengumuman terbarunya, MSCI menyampaikan pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia, menyusul kekhawatiran atas isu free float dan aksesibilitas pasar.
Lewat pengumuman yang dirilis Selasa (27/1/2026) malam waktu GMT, MSCI menyatakan telah menyelesaikan konsultasi terkait penilaian free float saham Indonesia. Kendati terdapat sejumlah perbaikan minor dari BEI, MSCI menilai langkah tersebut belum cukup untuk menjawab kekhawatiran investor global.
Sebagai langkah mitigasi risiko, MSCI menerapkan interim freeze yang berlaku segera. Kebijakan ini mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham Indonesia di seluruh segmen indeks.
“Langkah ini diambil untuk membatasi risiko turnover indeks dan menjaga aspek investability,” tulis MSCI dalam keterangannya, dikutip Rabu (28/1/2026).
MSCI juga membuka kemungkinan langkah lanjutan yang lebih ekstrem apabila tidak ada perbaikan signifikan dalam aspek transparansi dan akses pasar. Opsi tersebut mencakup pengurangan bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets hingga potensi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.