Kejar target, OJK optimistis bisa penuhi ekspektasi MSCI sebelum Mei 2026

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan bisa memenuhi ekspektasi dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebelum tenggat waktu yang ditentukan. 

Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK bercerita, pada 10 Desember 2025 telah berlangsung pertemuan tingkat tinggi bersama dengan MSCI. 

“Kami beberapa kali bertemu dengan MSCI dan rutin berdiskusi. Kami punya proposal immediate action dan medium term dan mereka menyambut baik untuk immediate action,” katanya dalam konferensi pers, Kamis (29/1/2026). 

Tekanan MSCI Bikin Investor Selektif, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Untuk proposal medium term, kata Inarno, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) sedang berupaya  sebelum bulan Mei 2026 sudah terpenuhi ekspektasi MSCI dan berjalan dengan lancar. 

Medium term akan kami dorong supaya sebelum Mei sudah terpenuhi. Senin (2/2/2026) kami akan bertemu dengan mereka. Kami menanggapi ini dengan serius,” ucap Inarno.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar menambahkan, immediate action termasuk mengecualikan kategori corporate and others dalam perhitungan free float. 

“Tapi kan masih menunggu apakah yang kami lakukan sudah sama dengan apa yang mereka harapan. Kalau belum, ini yang akan kami finalisasi lebih lanjut,” jelasnya. 

OJK Percepat Implementasi Kenaikan Batas Minimal Free Float Jadi 15%

Sementara untuk yang medium term, lanjut Mahendra, melakukan penyesuaian tambahan yang diminta oleh MSCI terkait dengan informasi tentang kepemilikan saham di bawah 5% akan sesuai dengan best practice internasional.

Seperti diketahui, MSCI mengumumkan untuk menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks, efektif mulai rebalancing Februari 2026. 

MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak mengimplementasikan penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).

Selain itu, MSCI juga meniadakan kenaikan segmen ukuran indeks, termasuk migrasi saham dari small cap ke standard. Hal ini diterapkan untuk memitigasi risiko turnover indeks dan risiko investabilitas. 

“Sekaligus memberikan waktu bagi otoritas pasar terkait untuk menghadirkan peningkatan transparansi yang lebih bermakna,” tulis pengumuman MSCI yang dirilis pada Selasa (27/1/2026) malam.