
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Rencana akuisisi oleh Grab Holdings Ltd. terhadap PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menemui kendala. Negosiasi transaksi tersebut dikabarkan tersendat karena kepemilikan sekitar 2% saham GOTO oleh Telkomsel.
Melansir Bloomberg, negosiasi atas transaksi tersebut tersendat terkait kepemilikan sekitar 2% saham GOTO oleh Telkomsel, menurut sejumlah sumber yang mengetahui persoalan ini.
Entitas usaha dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) ini disebut enggan menjual sahamnya mendekati valuasi saat ini, karena awalnya berinvestasi pada harga yang jauh lebih tinggi, kata para sumber.
: IHSG Ditutup Menguat Tipis ke 8.980, Saham BUMI, PTRO hingga GOTO Kompak Hijau
Telkomsel juga menyampaikan kekhawatiran mengenai potensi kerugian yang berkaitan dengan modal negara, sesuatu yang bisa berimplikasi hukum di Indonesia, kata para sumber yang meminta namanya dirahasiakan karena pembahasan bersifat privat.
Bloomberg menyebut meski Telkomsel bisa saja memilih untuk tidak menerima tawaran akuisisi dari Grab dan tetap memegang sahamnya, perusahaan tersebut berupaya memanfaatkan potensi penawaran ini untuk menegosiasikan harga yang lebih tinggi bagi dirinya, kata para sumber.
Di sisi lain, Grab yang berbasis di Singapura ingin memastikan seluruh pemangku kepentingan Indonesia mendukung setiap proposal pengambilalihan, karena transaksi tersebut akan memerlukan persetujuan dari pemerintah Indonesia.
Isu Telkomsel menjadi hambatan terbaru dalam upaya bertahun-tahun Grab untuk merger dengan GOTO. Potensi penolakan regulator serta perbedaan persepsi valuasi telah menyebabkan tertundanya pembahasan, tetapi Grab tetap mendorong terwujudnya kesepakatan yang akan meningkatkan pangsa pasarnya dan meredakan tekanan harga.
Negosiasi masih berlangsung dan struktur terpisah untuk mengakuisisi saham Telkomsel juga sedang dibahas, namun belum ada keputusan akhir, ujar para sumber.
: : Aksi Kompak Duo Investor Raksasa Jual Saham GOTO
Adapun Bisnis telah mencoba melakukan konfirmasi kepada GOTO dan Telkomsel. Akan tetapi, sampai berita ini diturunkan, baik GOTO maupun Telkomsel belum menanggapi permintaan konfirmasi dari Bisnis.
Berdasarkan catatan Bisnis, TLKM mulai melakukan investasi pada GOTO pada, tepatnya pada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek pada 2020.
Investasi pada 16 November 2020 tersebut adalah investasi dalam bentuk obligasi konversi tanpa bunga sebesar US$150 juta atau setara Rp2,1 triliun per 31 Desember 2020.
Lalu pada 17 Mei 2021, Gojek dan PT Tokopedia merger menjadi GOTO. Merger ini membuat Telkomsel mengeksekusi obligasi konversi atau convertible bond (CB) sesuai dengan perjanjian CB, di mana CB akan dikonversi menjadi saham.
Pada 18 Mei 2021, Telkomsel menandatangani perjanjian pembelian saham untuk memesan 29.708 saham konversi atau sebesar Rp2,11 triliun dan 59.417 saham tambahan dari opsi pembelian saham atau senilai US$300 juta yang setara Rp4,29 triliun.
GOTO melakukan stock split pada 19 Oktober 2021 dan mengubah kepemilikan Telkomsel dari 89.125 saham, menjadi 23,72 miliar saham.
Per 31 Desember 2021, Telkomsel menilai wajar investasi di GOTO setelah stock split adalah Rp375 per saham.
Lalu, pada akhir 2021, TLKM mencatat keuntungan yang belum direalisasi atas nilai wajar penyertaan Telkomsel pada GOTO sebesar Rp2,49 triliun.
Akan tetapi, setelah GOTO menjadi perusahaan publik pada 11 April 2022, Telkomsel menilai nilai wajar investasi di GOTO dengan menggunakan nilai pasar sebesar Rp91 per saham.
GoTo Gojek Tokopedia Tbk – TradingView
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.