Menakar peluang saham COIN masuk MSCI periode Maret 2026

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Saham emiten ekosistem aset kripto, PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) disebut memiliki peluang masuk ke dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) periode rebalancing Maret 2026.

Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Erni Marsella Siahaan dalam risetnya yang terbit 9 Januari 2026 menghitung, dengan asumsi free float COIN 43,05%, kapitalisasi pasar COIN sekitar US$1,3 miliar. Sehingga untuk bisa masuk ke MSCI Global Standard Index, harga saham COIN harus mencapai sekitar Rp4.700, atau setara dengan kapitalisasi pasar free float senilai US$1,8 miliar.

“Dari sisi likuiditas, COIN sebenarnya sudah memenuhi syarat, mengingat nilai transaksinya yang tinggi,” ujar Erni dikutip Senin (26/1/2026).

: Dana IPO COIN Rp220,58 Miliar Parkir di Bank, Bos Indokripto Buka Suara

Sementara itu, untuk masuk ke MSCI Small Cap Erni menghitung saat ini harga saham COIN sudah jauh berada di atas ambang batas di sekitar US$240 juta, dengan likuiditas yang juga sangat kuat didukung oleh aktivitas annualized traded value ratio (ATVR) 3 bulan sebesar 323% dan ATVR 12 bulan 289%, jauh di atas standar.

Sekuritas mencatat kepemilikan asing di COIN masih sangat rendah, sekitar 0,2% per November 2025. Oleh karena itu, masuknya COIN ke dalam indeks global menurut Erni dapat menjadi katalis yang signifikan. Hingga perdagangan intraday hari ini, Senin (26/1) pukul 13.44 WIB, harga COIN belum berubah di Rp2.710, namun mencerminkan penurunan 30,15% secara year to date (YtD).

: : Dana IPO Indokripto (COIN) Masih Utuh, Tunggu Sinyal OJK?

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Indonesia Prasetya Gunadi dan Ahnaf Yassar dalam riset yang terbit 19 Januari 2026 menyematkan rekomendasi speculative buy untuk COIN dengan target harga Rp5.500.

“Dalam skenario blue-sky, COIN dapat mengalami re-rating menuju Rp14.500, sejalan dengan potensinya untuk memenuhi syarat inklusi MSCI Big Cap ketika pendapatan mulai berakselerasi yang didorong oleh onboarding pengguna akibat regulasi,” tulis riset tersebut.

: : Arsari Grup Masuk, Indokripto (COIN) Gelar RUPSLB Akhir Desember 2025

Samuel Sekuritas melihat bahwa sebagai satu-satunya penyedia ekosistem bursa kripto yang tercatat di bursa Indonesia, COIN berada di ambang fase pertumbuhan transformatif yang ditopang oleh probabilitas tinggi sebab diberlakukannya regulasi pemerintah yang mewajibkan perdagangan kripto terpusat melalui infrastruktur bursa nasional.

Regulasi final ini memang masih menunggu rilis, namun diperkirakan akan diterapkan dalam waktu dekat. Hal ini menurut Prasetya dan Ahnaf membuat posisi anak usaha COIN, CFX dapat mencatat kenaikan signifikan dari migrasi seluruh broker berlisensi dan klien mereka ke platform COIN. Dengan lebih dari 30 broker kripto terdaftar (CPFAK) dan lebih dari 20 juta basis pengguna ritel, pasar CFX ditaksir akan berkembang pesat.

“Risikonya mencakup perubahan regulasi, kegagalan eksekusi sistem, dan adopsi yang lebih rendah dari perkiraan. Namun demikian, dengan katalis utama yang sedang berlangsung dan masuknya pemegang saham strategis, COIN menawarkan peluang pertumbuhan tinggi yang paling menarik di antara para pelaku infrastruktur ekonomi digital Indonesia,” tandasnya.

____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.