OJK, BEI, KSEI akan bertemu MSCI Rabu (11/2), ini agenda utamanya

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan kembali menggelar pertemuan dengan pihak MSCI untuk membahas terkait agenda perbaikan kinerja pasar modal Tanah Air.

Pertemuan selanjutnya akan dilakukan pada Rabu, 11 Februari 2026 secara daring.

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pasar Modal, Derivatif Keuangan, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menegaskan kembali bahwa ada tiga aspek proposal yang telah disampaikan kepada MSCI pada pertemuan pertama tanggal 6 Februari 2026.

Pertama, rincian atau detail klasifikasi investor. Kedua, penyampaian informasi publik tentang pemegang saham yang tentu pada kesempatan ini akan dilakukan nanti di atas kepemilikan 1% untuk setiap emiten.

IHSG Menguat ke 8.012,8 di Sesi Pertama (9/2), Top Gainers LQ45: AMRT, DSSA, MBMA

Ketiga, terkait dengan rencana dan proposal kenaikan batas minimum free float yang saat ini di angka 7,5% akan didorong hingga 15%.

“Kami sudah membentuk dedicated team di level teknis di OJK dan SRO, maupun di sisi MSCI. Kemudian, sudah ada serangkaian komunikasi lanjutan dengan pihak MSCI untuk melakukan diskusi dan pertemuan di level teknis tersebut,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Senin (9/2).

Hasan menegaskan, upaya yang berbeda kali ini adalah SRO tidak akan bertindak reaktif, tetapi akan mulai proaktif untuk melakukan komunikasi intens.

“Tidak hanya di tataran kebijakan, tetapi di level teknis sehingga, kalau ada bagian yang harus diperhatikan, diubah, dan disempurnakan, sepanjang kami menyanggupi data dan kapasitasnya, kami akan merespons lebih awal. Jadi, bukan menunggu terbit keputusan yang mengagetkan lagi,” tuturnya.

Jeffrey Hendrik, Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, mengatakan, pertemuan dengan MSCI pada Rabu besok menitikberatkan pada progres pengerjaan dari proposal yang disampaikan dalam rapat tanggal 6 Februari lalu.

IHSG Melemah ke 7.888,9 di Pagi Ini (9/2), Top Losers LQ45: ISAT, NCKL, UNVR

Di sisi lain, SRO juga ingin mendengar apakah proposal yang diajukan sudah sesuai dengan metodologi MSCI atau ternyata ada hal-hal teknis yang perlu kembali disesuaikan.

“Dari situ tentunya nanti kita masing-masing pihak bisa melakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, menegaskan, pihaknya juga akan ikut hadir dalam pertemuan pada Rabu besok.

“Sifatnya sama, yang mana (akan membahas apakah proposal SRO) memang sudah sesuai dengan metodologi mereka,” paparnya.