Peluang cuan saham syariah di momentum Ramadan 2026, AADI–INCO jadi sorotan

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dinilai memiliki prospek pemulihan menarik di tengah momentum Ramadan 2026. Sejumlah saham penghuni indeks ini pun dinilai menarik untuk dikoleksi.

Meskipun saat ini indeks berbasis syariah tersebut masih bergerak fluktuatif, sentimen musiman diyakini akan menjadi pendorong utama bagi investor ritel untuk melakukan akumulasi pada saham-saham yang sudah terdiskon.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Rabu (18/2/2026), ISSI terpantau melemah 3,85% secara year to date (YtD) ke level 296,73.

: Ada 600-an Saham Syariah di BEI, Kapitalisasi Pasar Berkontribusi 56,8%

Kendati menurun, menariknya performa ISSI terlihat masih lebih baik jika dibandingkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi lebih dalam sebesar 3,89% ke 8.310,22 pada periode yang sama.

ISSI merupakan indeks yang berfungsi sebagai indikator kinerja pasar saham syariah di BEI. Diluncurkan sejak 12 Mei 2011, konstituen indeks mencakup seluruh saham syariah yang terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES) milik OJK, baik yang tercatat di papan utama maupun papan pengembangan.

: : Alhamdulillah Saham-saham Syariah Menghijau, MDKA hingga TINS jadi Pendorong Utama

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama, menjelaskan bahwa secara historis saham syariah cenderung bergerak menguat saat diperdagangkan dengan katalis positif. Adapun momentum ini seringkali muncul bertepatan dengan bulan suci Ramadan atau menjelang Lebaran.

“Jadi, kondisi seperti ini bisa menjadi salah satu faktor yang mendorong sentimen positif di pasar,” ucap Nafan kepada Bisnis, Kamis (19/2/2026).

: : Indeks Syariah Menadah Berkah Penguatan Emiten Energi ADRO hingga BUMI

Sentimen positif tersebut biasanya berkaitan dengan pengumuman aksi korporasi emiten, laporan kinerja keuangan, maupun prospek bisnis ke depan. 

Meskipun sebagian informasi tersebut dinilai sudah tercermin dalam harga pasar atau priced in, Nafan melihat tetap ada peluang bagi investor ritel untuk mencermati saham syariah yang saat ini masih undervalued.

“Banyak saham saat ini undervalued, sudah mendapat diskon, atau mengalami technical rebound pasca dinamika interim freeze oleh MSCI,” tuturnya.

Salah satu pilihan utama Mirae Asset Sekuritas jatuh pada PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) dengan rekomendasi beli dan target harga Rp10.125.

AADI dinilai unggul karena memiliki aset batu bara paling efisien di Indonesia dengan struktur biaya yang teroptimasi, sehingga mampu mencetak margin laba tebal meski harga komoditas berada di level moderat.

PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) juga direkomendasikan beli dengan target harga Rp2.550 per saham. Keyakinan terhadap ADRO didorong langkah diversifikasi energi melalui proyek smelter aluminium berkapasitas 500.000 ton serta pengembangan energi terbarukan seperti solar farm dan baterai.

Sektor mineral turut diperkuat oleh PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang mendapatkan rekomendasi beli dengan target harga Rp7.625 per saham.

Sebagai bagian dari ekosistem MIND ID, Vale Indonesia disebut memiliki keunggulan strategis dalam kolaborasi rantai pasok baterai nasional bersama perusahaan pelat merah lainnya melalui proyek di Pomalaa dan Bahodopi.

_______ 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.