
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Nilai tukar poundsterling (GBP) merosot di bawah US$ 1,35 setelah Partai Buruh Inggris kalah dalam pemilihan distrik khusus. Ini memicu kekhawatiran baru atas kepemimpinan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Seperti dikutip Trading economics, Jumat (27/2), Partai Buruh kehilangan Gorton dan Denton, dekat Manchester, kursi yang sebelumnya mereka kuasai dengan mudah dalam pemilihan umum 2024, dengan Partai Hijau meraih posisi pertama dan Partai Buruh berada di posisi ketiga di belakang Reform UK.
Hasil ini meningkatkan ketidakpastian atas posisi Starmer dan Menteri Keuangan Rachel Reeves, di tengah kekhawatiran bahwa mereka dapat digantikan oleh menteri yang mendukung peningkatan pengeluaran fiskal. Ini selanjutnya akan semakin memperburuk keuangan publik Inggris.
Sementara itu, Indeks Kepercayaan Konsumen GfK Inggris turun secara tak terduga pada bulan Februari karena meningkatnya pengangguran membebani sentimen.
Di bidang kebijakan moneter, para pelaku pasar semakin memperkirakan penurunan suku bunga dari Bank of England, menyusul data ketenagakerjaan yang lebih lemah dan terus meredanya tekanan inflasi.