
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansyah Andrias, menyampaikan proyeksi kebutuhan uang kartal selama Ramadan 1447 Hijriah mencapai Rp3,28 triliun atau meningkat 91,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini ia sampaikan saat momen Kick Off SERAMBI 2026 di Palangka Raya, Kamis (19/2/2026).
“Kebutuhan uang kartal periode Ramadan tahun ini kami proyeksikan sebesar Rp3,28 triliun. Ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pemenuhan kebutuhan uang pecahan kecil selama periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) dilakukan melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) dengan melibatkan perbankan serta lima kas titipan di daerah.
“Melalui SERAMBI, kami mengajak perbankan dan lima kas titipan seperti Sampit, Muara Teweh, Pangkalan Bun, Buntok, dan Lamandau untuk berkolaborasi dalam layanan penukaran uang secara terintegrasi,” katanya.
Untuk melakukan penukaran, dia menjelaskan bahwa masyarakat diwajibkan melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui laman pintar.bi.go.id dengan batas maksimal penukaran sebesar Rp5.300.000 per orang sesuai paket pecahan yang telah ditentukan.
“Ketentuan ini dimaksudkan agar distribusi uang pecahan kecil dapat merata di masyarakat selama periode Ramadan dan Idul Fitri,” jelasnya.
Dia juga mengingatkan potensi meningkatnya peredaran uang palsu pada momen Ramadan, sehingga masyarakat diminta menukarkan uang hanya di titik resmi yang telah ditetapkan Bank Indonesia.
“Kami mengimbau masyarakat dan perbankan agar memastikan penukaran dilakukan di tempat resmi demi menjamin keamanan dan keaslian uang Rupiah,” tegasnya.
Selain membuka layanan penukaran terpadu bagi 1.000 penukar dan menghadirkan mobil kas keliling di 11 titik, BI Kalteng juga melaksanakan pilot project Low Access to Cash (LATC) bekerja sama dengan BPR Lingga dan POSINDO serta menggelar Gerakan Pangan Murah bersama BULOG untuk menjaga inflasi dan mendorong ekonomi daerah.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk bijak berbelanja selama Ramadan, serta menyalurkan sebagian hartanya untuk berwakaf sebagai dukungan terhadap pengembangan ekosistem ekonomi syariah,” pungkasnya. (adr)