Laporan data ketenagakerjaan AS lebih baik, rupiah melemah ke Rp 16.828 per dolar AS

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (12/2/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,25% secara harian ke Rp 16.828 per dolar AS. 

Sedangkan berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga melemah 0,27% secara harian ke Rp 16.826 per dolar AS.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah laporan data ketenagakerjaan AS.

Kompak, Rupiah Jisdor Melemah 0,27% ke Rp 16.826 per Dolar AS pada Kamis (12/2/2026)

Laporan Utama Ketenagakerjaan AS untuk bulan Januari menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan. Nonfarm Payrolls (NFP) naik 130.000, mengalahkan ekspektasi pasar sekitar 70.000 dan berada di atas peningkatan revisi Desember sebesar 48.000. Sementara, tingkat pengangguran sedikit menurun menjadi 4,3% dari 4,4%.

Dari sisi pendapatan, pendapatan per jam rata-rata meningkat sebesar 0,4% secara month on month (MoM) pada Januari, meningkat dari 0,1% pada bulan sebelumnya dan melampaui perkiraan pasar sebesar 0,3%. Sementara laju tahunan tetap stabil di 3,7% secara year on year (yoy), juga melampaui ekspektasi sebesar 3,6%. 

Rupiah Spot Ditutup Melemah 0,25% ke Rp 16.828 per Dolar AS pada Kamis (12/2/2026)

“Laporan pasar tenaga kerja AS yang lebih kuat ini mengurangi urgensi untuk pemotongan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat dan dapat memberikan dukungan kepada dolar AS dalam jangka pendek,” ujar Ibrahim, Kamis (12/2/2026). 

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Jumat (13/2/2026) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 16.820 – Rp 16.850 per dolar AS.