Porsi free float Unilever (UNVR) belum capai 15%, ini penjelasan manajemen

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Porsi saham beredar di publik atau free float PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) tercatat masih berada di kisaran 14% hingga akhir Januari 2026.

Angka tersebut masih berada di bawah rencana ketentuan batas minimum free float sebesar 15% yang saat ini tengah disiapkan oleh otoritas pasar modal.

Berdasarkan data RTI, komposisi kepemilikan saham UNVR per akhir 31 Januari terdiri dari Unilever Indonesia holding selaku pengendali sebesar 84,99%, masyarakat non warkat 14,06%, masyarakat warkat 0,51% dan saham treasury 0,44%.

Unilever (UNVR) Siapkan Dividen Tambahan Usai Melepas Bisnis Es Krim & Teh Sariwangi

Direktur keuangan UNVR Neeraj Lal mengatakan jumlah free float UNVR yang berada sekitar 14% ini berkaitan dengan aksi korporasi pembelian saham kembali atau buyback yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Neeraj memastikan bahwa perusahaan akan menyesuaikan dan mematuhi aturan minimum free float yang nantinya diberlakukan setelah ada regulasi resmi dari pihak otoritas.

  UNVR Chart by TradingView  

“Saat ini free float memang sedikit di atas 14% dan kami sadar juga sepenuhnya mengenai kebijakan minimum 15%. Kami masih menanti detail lebih lanjut dari regulasi resmi dan kami akan pastikan bahwa kami akan mematuhi kebijakan minimum free float yang berlaku,” kata Neeraj dalam paparan kinerja tahun 2025, Kamis (12/2/2026).

Sebagai informasi tambahan, mampu membukukan kinerja solid sepanjang tahun 2025. UNVR meraih laba Rp 7,64 triliun sepanjang tahun 2025, tumbuh 126,82% secara year on year (yoy) dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,36 triliun.

Laba Unilever (UNVR) Melonjak 126,82% Jadi Rp 7,64 Triliun pada 2025

Penjualan perusahaan juga mengalami kenaikan. Hingga akhir tahun 2025, penjualan bersih perusahaan mencapai Rp 31,94 triliun, naik 4,34% yoy dari posisi tahun 2024 sebesar Rp 30,62 triliun.

Kenaikan penjualan ini turut mendorong laba bruto UNVR menjadi Rp 14,99 triliun, naik dari sebelumnya Rp 14,56 triliun.

Secara rinci, penjualan UNVR ditopang oleh segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh yang tercatat Rp 23,35 triliun. Sementara itu, pos makanan dan minuman mencapai Rp 8,58 triliun.