
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Pada penutupan perdagangan, Rabu (11/2/26) saham-saham emiten perbankan menunjukkan pergerakan yang variatif.
Saham big banks berada di zona merah, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Centra Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik ke zona hijau.
Di sisi lain, sejumlah bank lainnya juga mengalami pergerakan variatif. Misalnya PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) tutup dengan penguatan ke zona hijau, sedangkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) tutup melemah.
OJK Proyeksi Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 6%-8%, Ini Kata Clipan Finance
Berikut rincian pergerakan saham emiten perbankan:
Penutupan tertinggi terjadi pada saham BBTN yang menguat 3,86% ke level Rp 1.345. Kemudian diikuti oleh saham BBRI yang naik 0,53% ke level Rp 3.800.
Saham BBCA terkoreksi 0,33% ke level Rp 7.450. Lalu saham BBNI juga menurun sebesar 0,67% ke harga Rp 4.480. Selanjutnya, saham BMRI terkoreksi cukup tajam sebesar 1,47% ke harga 5,025.
Sementara itu, saham BRIS yang pada penutupan Selasa (10/2) sempat menghijau, hari ini justru turun tajam sebesar 2,04% ke harga Rp 2.400.
Menyikapi pergerakan saham emiten perbankan hari ini, Research Analyst Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer menyampaikan bahwa penetapan Morgan Stanley Capital International (MSCI) memang memengaruhi kinerja saham emiten perbankan, terutama dari sisi arus dana asing.
“Penetapan MSCI terbaru memang memberi tekanan jangka pendek ke saham perbankan karena memengaruhi arus dana asing,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (11/2/26).
BPJS Ketenagakerjaan Akan Tambah Porsi Investasi di Saham
Namun, Miftahul menilai fundamental saham perbankan domestik lebih tetap ditentukan oleh arah suku bunga, pertumbuhan kredit, dan kualitas aset yang dimiliki masing-masing bank.
Sementara itu, kenaikan saham yang signifikan dicermati dapat terjadi saat ada katalis seperti penurunan suku bunga, perbaikan Non Performing Loan (NPL), dan likuiditas yang lebih longgar.
Menurutnya saham-saham perbankan yang rajin memberikan dividen memiliki prospek yang masih menarik karena yield relatif kompetitif dan bisa menjadi penopang saat pasar bergerak fluktuatif.
“Apalagi dengan adanya koreksi ini membuat yield dari dividen makin menarik,” lanjutnya.
Adapun Miftahul menyarankan jika ingin masuk ke saham, investor dapat menerapkan strategi yang disesuaikan dengan aksi akumulasi bertahap.
Selanjutnya juga ia merekomendasikan beberapa saham perbankan, yaitu saham BBRI dengan akumulasi TP 4.500 dan BMRI dengan akumulasi target harga untuk 12 bulan ke depan di harga Rp 5.950.