Siap-siap pesta dividen PNGO, RAJA, CDIA jadi penutup Januari 2026

Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Sebanyak tiga emiten mulai dari PNGO, RAJA, hingga CDIA dijadwalkan melakukan pembayaran dividen interim pada akhir Januari 2026.

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (26/1/2026), PT Pinago Utama Tbk. (PNGO) akan melakukan pembayaran dividen interim tahun buku 2025 total senilai Rp70,31 miliar pada Selasa (27/1/2026).

Kemudian, dividen interim PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) akan memasuki jadwal pembayaran pada Rabu (28/1/2026).

: Gerak Cepat Perbesar Porsi Saham Petrosea (PTRO)

Seperti diberitakan Bisnis, emiten milik Hapsoro itu bersiap untuk membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pembagian dividen itu sudah mengantongi persetujuan berdasarkan keputusan sirkuler pengganti rapat dewan komisaris perseroan.

“Jumlah dividen interim yang dibagikan Rp105.677.062.500 [Rp105,67 miliar] dengan dividen interim per saham Rp25,” ujar Sekretaris Perusahaan RAJA Yuni Pattinasarani dalam surat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI, baru-baru ini. 

: : Para Pembeli Emas Antam yang Masih Gigit Jari Memasuki Akhir Januari 2026

RAJA menetapkan jadwal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 08 Januari 2026 dan cum dividen di pasar tunai pada 12 Januari 2026. Adapun, pencairan dividen interim akan dilaksanakan RAJA pada 28 Januari 2026. 

Emiten migas terafiliasi dengan Happy Hapsoro tersebut juga memastikan bahwa pembagian dividen interim tidak akan mengganggu stabilitas keuangan perusahaan dan memiliki dampak, baik secara material maupun operasional.

: : Dividen dan Prospek Emiten jadi Motor Pendorong Reksa Dana Saham

Di sisi kinerja keuangan, Rukun Raharja membukukan pendapatan US$196 juta sepanjang Januari-September 2025 atau setara Rp3,26 triliun (kurs Rp16.618 per dolar AS). Pendapatan RAJA dalam 9 bulan 2025 itu tumbuh dibanding pendapatan US$189,7 juta pada periode yang sama 2024.

Dari sisi bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih tercatat sebesar US$17,75 juta, menyusut dibanding US$19,37 juta pada periode yang sama 2024.

Selanjutnya, guyuran dividen interim ratusan miliar juga datang dari emiten terafiliasi konglomerat Prajogo Pangestu PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) pada 29 Januari 2026.

Sebagaimana diketahui, emiten afiliasi Prajogo Pangestu itu menebar dividen interim perdana setelah resmi melantai di BEI pada 9 Juli 2025. 

Manajemen Chandra Daya Investasi menyampaikan keputusan dividen interim mengacu pada Keputusan Edaran sebagai Pengganti dari Rapat Direksi Perseroan dan Keputusan Edaran sebagai Pengganti dari Rapat Dewan Komisaris Perseroan tertanggal 29 Desember 2025. 

“Perseroan memutuskan untuk melakukan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025 sebesar Rp1,34 per saham,” paparnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (30/12/2025). 

Dividen interim itu berasal dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2025. Berdasarkan data perseroan, laba bersih CDIA pada periode tersebut sebesar US$67,84 juta. 

Pada saat yang sama, CDIA membukukan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya US$78,4 juta dan total ekuitas US$995,99 juta. 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.