
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Emiten sawit PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) kini berganti nama menjadi PT Prime Agri Resources Tbk pasca akuisisi oleh Posco International.
Asal tahu saja, melalui Twinwood Family Holdings Limited, Grup Sampoerna telah menjual seluruh kepemilikan saham mereka pada SGRO yang totalnya 1,19 miliar saham atau 65,72%.
Twinwood Family melepas SGRO kepada AGPA Pte. Ltd., anak perusahaan POSCO International Corporation (POSCO International). Nilai total pengambilalihan tersebut adalah sebesar Rp 9,4 triliun atau Rp 7.903 per saham.
Melansir keterbukaan informasi tanggal 14 Januari 2026, SGRO menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 13 Januari 2026.
Pasca Akuisisi, Sampoerna Agro (SGRO) Ganti Nama Jadi Prime Agri Resources
SGRO pun melakukan perubahan identitas baru, yaitu perubahan nama dan logo. Logo baru tersebut akan dipergunakan oleh perseroan dan seluruh entitas anak perseroan.
“Logo dan nama perseroan yang baru akan digunakan di seluruh media komunikasi SGRO, baik itu dengan pihak ketiga, maupun di media terkait lain,” kata Corporate Secretary SGRO, Eris Ariaman, dalam keterbukaan informasi tersebut.
Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi melihat, aksi akuisisi oleh Posco International itu bisa menjamin stabilitas operasional.
“Selain itu, langkah itu memicu re-rating harga saham, karena citra perusahaan naik kelas menjadi multinasional,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (14/1/2026).
Di tahun 2026, kinerja SGRO bisa membaik, karena terjadi sinergitas dengan jaringan global Posco International dan memiliki akses pendanaan murah.
“Namun, perlu diperhatikan potensi perubahan kebijakan dividen yang mungkin dikurangi untuk ekspansi,” katanya.
SGRO Chart by TradingView
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, akuisisi Posco International bisa menjadi katalis bagi SGRO ke depan.
“Yang penting, ada komitmen dalam menjalankan good corporate governance, sehingga bisa secara bertahap mendapatkan kepercayaan dari investor,” katanya kepada Kontan, Rabu (14/1/2026).
Saham SGRO dinilai masih bervaluasi murah, dengan price to earnings ratio (PER) tercatat 11,89x dan price to book value (PBV) 2,3x.
Wafi pun merekomendasikan beli untuk SGRO dengan target harga Rp 8.500 per saham.
Sebaliknya, Nafan merekomendasikan sell on strength untuk SGRO lantaran ada di fase uptrend dan kemungkinan bakal diikuti profit taking.