
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan pertumbuhan nilai kontrak baru hingga 15% di tahun 2026.
Sekretaris Perusahaan WIKA, Ngatemin alias Emin mengatakan, WIKA menargetkan perolehan kontrak baru tumbuh sekitar 10% – 15% pada tahun 2026 dibandingkan tahun 2025.
“Perolehan kontrak baru tersebut ditargetkan berasal dari segmen infrastruktur, gedung, industri, dan hilirisasi dengan sumber pendanaan dari Pemerintah, BUMN/BUMD, serta swasta,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (14/1/2026).
BBNI Pimpin Penguatan, BBCA Melemah: Ini Kinerja Saham Big Banks Hari Ini Rabu (14/1)
Sebagai gambaran, WIKA mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 17,43 triliun sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan segmentasi industri, kontribusi terbesar kontrak baru berasal dari segmen Infrastruktur dan Building pada tahun 2025 lalu. Segmen ini didukung proyek pembangunan jalan, jembatan, sumber daya air, hingga gedung pemerintahan dan fasilitas publik.
Selain itu, kontrak juga berasal dari segmen Energy & Industrial Plant (EPCC), Industri Penunjang Konstruksi, Properti & Realty, serta Investasi.
Emin bilang, WIKA juga akan terus melakukan penguatan struktur keuangan di tahun 2026 melalui tiga pilar utama. Yaitu, restrukturisasi komprehensif, divestasi aset non core dan percepatan collection period, serta peningkatan operational excellence, dengan fokus pada stabilitas keuangan dan arus kas sebagai fondasi kinerja berkelanjutan.
Terkait rencana konsolidasi BUMN Karya, WIKA mengaku mendukung penuh kebijakan pemegang saham dan secara konsisten mempersiapkan diri melalui peningkatan tata kelola, sistem dan digitalisasi proses bisnis.
Sido Muncul (SIDO) Incar Laba Bersih 8% pada 2026, Cek Prospek Kinerjanya
“Perusahaan meyakini bahwa proses integrasi akan memperkuat peran BUMN Karya dalam mendukung program strategis nasional sekaligus menjaga keberlangsungan dan daya saing perseroan ke depan,” katanya.