Jadwal buka bursa saham setelah libur Imlek 2026

Ussindonesia.co.id – , JAKARTA – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia akan buka kembali setelah libur Imlek 2026.

Berdasarkan data di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (12/2/2026), perdagangan saham di BEI akan libur selama dua hari pekan depan.

Pertama, 16 Februari 2026 yang bertepatan dengan Cuti Bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. 

: Curi Start Jelang Hilal Guyuran Dividen Spesial Unilever Indonesia (UNVR) 2026

Kedua, 17 Februari 2026 yang bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Dengan demikian, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia akan buka kembali pada 18 Februari 2026 setelah libur Imlek 2026.

: : Di Balik Aksi Emtek (EMTK) Perkuat Cengkeraman di Emiten RS EMC (SAME)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan hari ini, Kamis (12/2/2026). Sejumlah saham seperti BUMI, PTRO, hingga ANTM naik ke zona hijau pagi ini.

Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka menguat pada posisi 8.304,01. IHSG sempat bergerak di rentang 8.298-8.329 sesaat setelah pembukaan.

: : Berburu Saham Batu Bara Mercy Harga Bajaj Kala Harga Emas Hitam Memanas 2026

Tercatat, 338 saham menguat, 113 saham melemah, dan 208 saham bergerak ditempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau menjadi Rp15.117 triliun.

Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi salah satu saham yang menguat pagi hari ini dengan naik 2,21% ke level Rp278 per saham. 

Kemudian saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) juga naik 2,81% ke level Rp7.325 per saham pagi ini. Demikian juga saham ANTM yang menguat 1% ke level Rp4.030 per saham pagi ini. 

Saham lainnya yang juga menguat ke zona hijau adalah saham BRPT naik 0,44% ke level Rp2.290, saham BUVA menguat 0,77% ke level Rp1.305, dan saham RATU menguat 3,64% ke level Rp6.400 per saham.

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, Tim Riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level 8.350-8.400 pada perdagangan Kamis (12/2/2026).

Kombinasi antara stimulus fiskal dan kenaikan konsumsi musiman seiring adanya Tahun Baru Imlek, Ramadan dan Idul Fitri diharapkan mampu mendorong kenaikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2026. 

Pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp12,83 triliun untuk paket stimulus ekonomi kuartal I/2026 yang meliputi diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol serta bantuan sosial. Stimulus tersebut diberikan selama periode Februari-Maret 2026. 

Selain itu, sentimen juga datang dari pembahasan lanjutan antara BEI dan MSCI, antara lain meliputi pengungkapan pemegang saham di atas 1%, penyediaan data investor yang lebih granular, progres pelaksanaan kenaikan batas minimum free float dari 7,5% menjadi 15%. 

BEI juga akan menerbitkan kebijakan baru berupa shareholders concentration list, yakni daftar saham yang terindikasi memiliki kepemilikan terkonsentrasi. 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.